Melonguane, Sulutzone.com – Wakil Bupati Kepulauan Talaud, Anisya G. Bambungan, SE, di dampingi olah Sekda Kabupaten Kepulauan Talaud, Dr. Yohanis B.K.Kamagi, AP, M.Si, Kancab Dikda Provinsi Sulut, Merry Supit, M.Pd, Kadis Dikpora Kabupaten Kepualun Talud, Deker Lasut M.Pd, Porkopimda Kepulauan Talaud, Kapolsek Melonguane, secara resmi membuka perhelatan Ajang Kompetisi Siswa (AKSI) tingkat SMA/SMK se-Kabupaten Kepulauan Talaud tahun 2026, Rabu (22/4/2026).
Acara pembukaan yang berlangsung meriah ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah, Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Staf Khusus Bupati, serta ratusan guru dan pelajar dari berbagai sekolah di Bumi Porodisa.
Bukan Sekadar Seremoni
Dalam sambutannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa AKSI 2026 merupakan wadah strategis bagi siswa untuk membuktikan kemampuan mereka. Ia berharap ajang ini menjadi titik awal bagi siswa untuk terus bertumbuh.
"Kompetisi ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi awal dari proses belajar, bertumbuh, dan membuktikan diri bagi generasi muda Talaud," ujar Anisya Bambungan.
Menurutnya, pemerintah daerah sengaja memberikan ruang luas melalui kompetisi ini agar peserta didik dapat mengekspresikan potensi, mengembangkan bakat, dan menunjukkan prestasi terbaik dengan penuh rasa percaya diri.
Pesan Sportivitas dan Keberanian
Kepada para peserta, Wabup Anisya berpesan agar tidak takut untuk tampil dan mencoba hal baru. Ia menekankan bahwa mentalitas juara dimulai dari keberanian untuk melangkah ke atas panggung kompetisi.
"Jadikan kesempatan ini sebagai langkah untuk maju. Tetap junjung tinggi sportivitas dan saling menghargai. Jika meraih kemenangan, bersyukurlah. Jika belum berhasil, jangan berkecil hati, karena yang terpenting adalah keberanian untuk mencoba," pesannya di hadapan para siswa.
Investasi SDM Jadi Prioritas
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung sektor pendidikan. Penyelenggaraan AKSI ini disebut sebagai salah satu bentuk investasi daerah untuk masa depan.
Ajang Kompetisi Siswa ini diharapkan dapat menyaring bibit-bibit unggul dari wilayah perbatasan yang nantinya mampu berkompetisi di tingkat provinsi maupun nasional