MANADO, SULUTZONE.COM - Tragedi memilukan menimpa keluarga Verel Ngangi. Seorang anak yang dikenal kuat dan penuh kasih, harus meregang nyawa tanpa perlawanan saat kejadian tragis berlangsung.
Verel, yang sejak kecil dibesarkan dalam kesederhanaan, selalu menjaga sikap dan kata-katanya, bahkan kepada keluarganya.
Dalam kehidupan sehari-hari, Verel menjadi tulang punggung keluarga, berjuang keras untuk menghidupi empat mulut kecil yang bergantung padanya.
Ironisnya, nyawa Verel harus direnggut begitu saja, di tengah situasi tanpa adanya perkelahian atau cekcok.
Kehilangan ini tidak hanya meninggalkan duka mendalam bagi dua adik yang sangat mencintainya, tetapi juga bagi seluruh keluarga dan teman-teman dekatnya.
Banyak yang tak kuasa menahan kesedihan mendalam saat kabar duka Verel tersebar.
Baca Juga: Ciptakan Situasi Aman Diperbatasan, Polsek Miangas Laksanakan Patroli Presisi
Duka keluarga bertambah ketika mereka harus menanggung beban biaya medis yang sangat besar.
Sejak awal dirujuk ke RS Kandou, biaya perawatan ICU mencapai lebih dari Rp400 juta, dengan sebelumnya hampir Rp14 juta dihabiskan hanya dalam hitungan jam di rumah sakit awal.
Biaya tersebut sebagian besar berasal dari bantuan teman-teman dan hasil penjualan motor korban.
Di tengah perjuangan keluarga untuk menyelamatkan Verel, mereka juga harus menahan luka hati akibat perilaku tidak pantas dari orang-orang terdekat pelaku, yang justru mengunggah status dan postingan tidak pantas di media sosial bahkan saat proses pemakaman berlangsung.
Kini, keluarga besar Verel Ngangi menyerukan dukungan dari masyarakat dan meminta pengawalan ketat terhadap jalannya proses hukum agar keadilan bisa ditegakkan.
Mereka berharap, tidak ada lagi orang tua yang harus mengalami kehancuran hati seperti yang mereka rasakan.
Untuk berita kriminal terkini dan perkembangan kasus ini selanjutnya, kunjungi www.sulutzone.com!