Para pemerhati pendidikan menilai sudah saatnya kampus memperkuat sistem perlindungan mahasiswa dan menciptakan budaya “zero bullying” yang benar-benar berjalan.
Sudana sebagai pihak yang mewakili RSUP Prof Ngoerah, juga menyoroti kasus skandal bullying Timothy yang melibatkan oknum dokter koas di UNUD itu membuat pihaknya menuntut pihak kampus agar menciptakan lingkungan belajar yang aman, beretika, dan saling menghargai.
“Kami mengajak semua pihak menggunakan media sosial secara bijak dan menjaga nama baik profesi kesehatan,” tukas Sudana.***
Artikel Terkait
Menkeu Purbaya Yakin Ekonomi Pulih Lebih Cepat di Desember 2025, Gen Z Justru Masih Terjebak di Lingkar Pengangguran
Insiden Robohnya Rainbow Slide di Ketapang, Tambah Daftar Kasus Wahana Permainan Anak yang Rawan Kecelakaan
Oknum Mahasiswa Pembuli Timothy Anugerah Ditolak Koas di RS, Bukti Nyata Penolakan Aksi Perundungan di Kampus UNUD
Analisis Tajam Bambang Pamungkas soal Kandasnya Garuda di Round 4, Komentar Warganet yang Tanpa Data di Medsos Jadi Sorotan
Menkeu Purbaya Singgung Pemerintahan Masa Orba, Sebut Inflasi dan Jaga Harga Beras Jadi Jalan Politik Terampuh
Angouw-Sualang Hadiri Serah Terima BPMJ GMIM Lazarus Meras
Kejati Sulut Terima Pengembalian Kerugian Negara Korupsi Proyek Unsrat dari Pinjaman ISDB Senilai Rp 2 Miliar Lebih
"Dukung Swasembada Pangan 2025, Polsek Miangas Talaud Rampungkan Penanaman Jagung Kuartal IV"
"Penuh Penghormatan: Bupati Welly Titah Pimpin Penyambutan Meriah Ketua Majelis Pusat GPDI Jelang Kebaktian Akbar di Talaud"
"Penuh Penghormatan: Bupati Welly Titah Pimpin Penyambutan Meriah Ketua Majelis Pusat GPDI Jelang Kebaktian Akbar di Talaud"