Minahasa — Proyek pembangunan jalan Tanggari-Makawembeng yang menelan anggaran puluhan miliar rupiah tahun 2024 menuai sorotan tajam.
Alih-alih memberikan manfaat, proyek ini justru diduga kuat terindikasi korupsi, dengan kualitas dan mutu pekerjaan yang diabaikan secara sengaja. Mirisnya, jalan yang seharusnya menjadi penghubung kini dijuluki “jalan maut” oleh warga setempat, mengancam keselamatan setiap pengendara yang melintasinya.
Kualitas Bobrok, Nyawa Terancam
Dari pantauan di lapangan, sejumlah kejanggalan serius ditemukan. Lapisan Pondasi Bawah (LPB) dilaporkan bercampur tanah, sementara Lapisan Pondasi Atas (LPA) menggunakan spesifikasi terendah.
Kejanggalan tak berhenti di sana; batu yang digunakan untuk pondasi bahu jalan banyak ditemukan berjenis batu merah berongga, yang sama sekali tidak memenuhi spesifikasi teknis dan bahkan tanpa koporan (pengunci antar batu).
Hal ini disinyalir menjadi penyebab utama mengapa beberapa bagian pasangan batu di plat duiker telah roboh dan berlubang, bahkan beberapa bagian jalan yang baru selesai dikerjakan tahun lalu sudah retak-retak.
Perencanaan Asal-asalan dan Ancaman Maut
Keluhan utama warga adalah perencanaan jalan yang tidak masuk akal.
Kemiringan jalan yang hampir tegak lurus membuat kendaraan sulit, bahkan nyaris mustahil, untuk melintas dengan aman.
“Jalan ini seperti maut, sangat sulit dilalui. Kami khawatir akan ada kecelakaan,” ungkap seorang warga, menggambarkan ketakutan yang dirasakan setiap hari.
Selain itu, beberapa titik rabat beton dilaporkan tidak sesuai dengan ketebalan yang ditentukan, menambah daftar panjang kecurangan dalam proyek ini.
Di area yang seharusnya paling membutuhkan pengaman, yaitu di sisi jurang, tidak ada satu pun pengaman jalan yang terpasang, secara fatal meningkatkan risiko kecelakaan.
Ironisnya, anggaran fantastis yang dikucurkan untuk proyek ini seolah lenyap ditelan korupsi.
Proyek yang seharusnya membangun infrastruktur vital bagi masyarakat justru berubah menjadi monumen kegagalan dan ancaman nyata bagi nyawa warga.
Pemerintah dan pihak berwenang didesak untuk segera mengusut tuntas dugaan korupsi ini dan memastikan pelaksana proyek bertanggung jawab atas kelalaian yang membahayakan publik.
Artikel Terkait
Buruan! Esok Terakhir Daftar Promo Tambah Daya, Dapatkan Diskon Energi Kemerdekaan 50%
Program “Light Up the Dream”, Sambung Listrik Gratis Donasi Pegawai PLN Berhasil Nyalakan Lebih dari 154 Keluarga Prasejahtera
Sinergitas TNI Polri Gelar GPM di Kecamatan Damau dan Kabaruan Talaud
Proyek Air Baku Makalisung Rp 11,9 Miliar di Tomohon Terkesan Asal Jadi dan Diduga Sarat Korupsi
Sinergitas TNI-POLRI di Lirung Talaud Bersama Bulog gelar GPM
Polres Talaud Gelar Patroli Presisi, Jaga Keamanan dan Ketertiban di Wilayah Kota Melonguane
Tragedi Raya, Bocah 3 Tahun di Sukabumi Meninggal Akibat Infeksi Cacing Parah Hingga ke Otak
Perjuangan Kemanusiaan lin Achsien: Kisah Pilu Balita Raya dan Rumitnya Birokrasi
ARYADUTA Manado Gelar Donor Darah Bersama Siloam Hospitals, PMI di Kelurahan Bailang
PLN Pastikan Kontinuitas Listrik di Morowali Utara Sebagai Penopang Pertumbuhan Industri, Tingkatkan Investasi