SULUTZONE.com - Di tengah perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, sebuah kisah ironis datang dari Sulawesi Utara.
Prof. Ing Mokoginta, seorang akademisi, telah berjuang selama delapan tahun untuk merebut kembali tanah miliknya di Kotamobagu yang diduga dirampas oleh mafia tanah. Perjuangannya ini, menurut kuasa hukumnya, terasa seperti "mengemis keadilan."
Meskipun dua putusan pengadilan —baik dari Pengadilan Negeri (PN) maupun Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN)— telah menyatakan tanah tersebut sah miliknya, hingga saat ini, ia belum bisa kembali menguasai lahan tersebut.
Nathaniel Hutagaol SH MH, kuasa hukum Prof. Ing, menjelaskan bahwa upaya hukum tidak hanya terbatas pada jalur perdata.
Sejak tahun 2020, kasus ini juga telah dilaporkan ke Polda Sulawesi Utara. Bahkan pada tahun 2022, kasus pidana ini ditarik ke Mabes Polri.
Di sinilah muncul kejanggalan. Pada tahun 2021, Polda Sulut telah menetapkan sejumlah tersangka dan hal itu diperkuat oleh adanya P-16 dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulut.
Namun, ketika kasus ini diambil alih oleh Dittipidum Mabes Polri pada tahun 2022, nama-nama tersangka tersebut tiba-tiba hilang tanpa melalui proses praperadilan.
Menurut Nathaniel, secara hukum, status tersangka hanya bisa dibatalkan melalui putusan praperadilan, dan faktanya, tidak ada satu pun putusan praperadilan yang dikeluarkan untuk kasus ini.
"Jika seorang profesor saja harus 'mengemis keadilan' dan merasa menjadi 'profesor terbodoh sepanjang sejarah' karena masih percaya pada keadilan di Indonesia, bagaimana nasib rakyat kecil?" ujar Nathaniel.
Ia menambahkan, "Apakah kita betul-betul sudah merdeka, atau kemerdekaan hanya milik segelintir orang?"
Perjuangan Prof. Ing Mokoginta selama delapan tahun telah membawanya dari pengadilan, Polda, hingga Mabes Polri.
Namun, alih-alih mendapatkan keadilan, ia justru dihadapkan pada ironi di negara yang mengklaim dirinya merdeka.
Pertanyaan besar kini ditujukan kepada para pemimpin negara.
Artikel Terkait
Pemkot Manado Gelar Upacara HUT ke-80 RI, Wali Kota Ajak Warga Tingkatkan Etos Kerja dan Budaya Bersih
AARS Ikut Lomba Tarik Tambang di Acara PDI Perjuangan, Ini Momen Kebersamaan di Malalayang!
Polsek Malalayang Amankan Upacara Bendera Bawah Laut di Pantai Kinamang, HUT ke-80 RI Dirayakan Unik
Getaran Gempa Bitung Terasa Hingga Manado, Ini Kata BMKG
PLN Dipuji Kemenparekraf atas Keandalan Listrik di Karnaval Kemerdekaan ke-80 RI
Di Balik Suksesnya Karnaval Kemerdekaan: PLN Siagakan Ratusan Personel dan 4 Lapis Pengamanan
Wawali Manado Pimpin Upacara Penurunan Bendera, Ingatkan Kemerdekaan Diraih Lewat Perjuangan
PLN UID Suluttenggo Sukses Kawal Listrik, Upacara HUT ke-80 RI di Seluruh Wilayah Berjalan Khidmat
Kawal Momen Kemerdekaan, PLN UID Suluttenggo Kerahkan 1.517 Personel dan Puluhan Posko Siaga
Komitmen PLN di Momen Bersejarah: Kesiapan PLN UID Suluttenggo Sukses Jaga Listrik Peringatan HUT RI ke-80