SLEMAN — Gunung Merapi yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah kembali mengalami erupsi pada Jumat malam pukul 21.22 WIB. Erupsi ini disertai dengan luncuran Awan Panas Guguran (APG) yang mengarah ke sektor barat daya.
Berdasarkan laporan resmi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), awan panas tersebut meluncur hingga jarak sekitar 2.000 meter (2 kilometer) dari puncak.
"Estimasi jarak luncur 2.000 meter dengan amplitudo maksimum 87,74 mm dan durasi 116,97 detik, mengarah ke barat daya (hulu Kali Sat/Putih)," tulis pihak BPPTKG dalam keterangan resminya.
Status Masih Siaga Level III
Mengutip informasi resmi dari Polresta Sleman, hingga saat ini tingkat aktivitas Gunung Merapi masih berada di Level III (Siaga). BPPTKG belum mengubah status tersebut namun terus memantau intensitas guguran secara berkala.
Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan kegiatan apapun di kawasan potensi bahaya yang telah dipetakan, khususnya di sepanjang alur sungai yang berhulu di puncaknya.
Rincian Zona Potensi Bahaya Gunung Merapi
| Sektor Bahaya | Area Sungai / Hulu | Jarak Rekomendasi Aman |
| Selatan - Barat Daya | Sungai Boyong | Maksimal 5 km |
| Selatan - Barat Daya | Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng | Maksimal 7 km |
| Arah Luncuran Erupsi Terakhir | Hulu Kali Sat / Putih | Terjadi luncuran 2 km |
Masyarakat sekitar kawasan rawan bencana diminta untuk terus meningkatkan kewaspadaan, menghindari alur sungai potensi lahar dingin, serta selalu merujuk pada arahan resmi BPPTKG dan pemda setempat.