Menurutnya, perbedaan organisasi tidak semestinya menjadi alasan bagi sesama wartawan untuk terpecah, saling menjatuhkan, ataupun membangun persaingan yang tidak sehat.
Ia berharap wartawan di Kotamobagu dapat saling menghargai pilihan organisasi masing-masing dan tetap membangun solidaritas sebagai sesama pekerja pers.
“Silakan berbeda organisasi, karena setiap wartawan memiliki hak untuk menentukan wadah profesinya. Tetapi jangan sampai perbedaan itu membuat kita saling menjatuhkan sesama profesi. Kita tetap sama-sama wartawan yang memiliki tanggung jawab menjaga profesionalisme, Kode Etik Jurnalistik, dan kepercayaan masyarakat,” ujarnya.
Kokon berharap momentum pelantikan kepengurusan PWI Kotamobagu periode 2026–2029 nantinya tidak hanya menjadi agenda seremonial organisasi, tetapi juga menjadi titik awal untuk memperkuat konsolidasi, meningkatkan kualitas dan kompetensi anggota, serta membangun hubungan yang harmonis dengan seluruh insan pers di Kotamobagu.
“PWI harus menjadi organisasi yang terbuka untuk belajar dan berkembang. Yang paling penting, siapa pun organisasinya, mari kita jaga persaudaraan dan bersama-sama membangun iklim pers yang profesional, sehat, serta bertanggung jawab di Kotamobagu,” pungkasnya. (**)