ekonomi

PLTD Siladen di Bunaken Siap Jadi Pilot Project Digitalisasi Pembangkit di Manado

Rabu, 5 Juni 2024 | 12:45 WIB
Foto Ilustrasi : PLTS Smart Grid di salah satu kepulauan di Sulawesi Utara juga akan masuk dalam proyek digitalisasi pembangkit di daerah kelistrikan isolated (Istimewa)

MANADO, SULUT ZONE - 4 Juni 2024 – PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan Gorontalo (UID Suluttenggo) terus berupaya memenuhi ketersediaan dan kehandalan pasokan listrik sebagai bentuk komitmen utama yang harus dijaga oleh PLN dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan.

Salah satu metode untuk menjamin hal ini adalah dengan menyediakan monitoring Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA) dan digitalisasi peralatan pembangkit pada Sistem Kelistrikan Isolated.

Sistem Kelistrikan Isolated mayoritas masih menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di mana menggunakan energi primer sebagai bahan bakarnya.

Baca Juga: Bukan Berasal Dari Kerjasama Indonesia Jepang, Ini Fakta Asli Mobil Kijang

Hadirnya sentuhan teknologi maka dapat membuat proses bisnis menjadi lebih lincah.

General Manager PLN UID Suluttenggo, Ari Dartomo menjelaskan digitalisasi sektor pembangkit merupakan salah satu dalam pilar transformasi PLN Group.

Daerah layanan PLN di Sulawesi Utara memiliki pembangkit yang berada di kepulauan seperti Pulau Bunaken, Pulau Manado Tua, Pulau Siladen dan Pulau pulau lainnya yang membutuhkan transformasi layanan lebih baik.

Baca Juga: Sulsel Terdampak Banjir dan Longsor, PLN Gerak Cepat Pulihkan Listrik

“Masuknya digitalisasi pembangkit membuat komunikasi dan pola informasi menjadi lebih akurat dan tepat. Sebagai pilot project, PLTD Siladen yang ada di Bunaken dipasang SCADA untuk memudahkan monitoring dan pemulihan Suplai Listrik,” ungkap Dartomo.

Gubernur Sulawesi Utara Dr. (H.C.) Olly Dondokambey, S.E. saat meresmikan PLTD Siladen di Bunaken pada 2020 silam (Istimewa)

Manager PLN Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Suluttenggo, Lalla menjelaskan bahwa tujuan dari masuknya SCADA pada peralatan pembangkit Sistem Isolated ini berfungsi untuk memudahkan proses evaluasi, monitoring dan pemulihan suplai listrik akibat gangguan.

“Hadirnya SCADA pada pembangkit isolated, maka akan memudahkan dalam hal komunikasi, monitoring, dan pemulihan suplai listrik” ujar Lalla.

Lalla menambahkan hadirnya SCADA pada peralatan pembangkit PLTD atau PLTM (Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro) sistem Sistem Kelistrikan Isolated maka akan lebih meningkat dalam hal evaluasi data, monitoring pembebanan, penormalan gangguan akan lebih cepat dan efisien.

Baca Juga: KSAD Jenderal Maruli Dipuji Mentan Amran atas Kontribusi dalam Penguatan Ketahanan Pangan

Halaman:

Tags

Terkini