MANADO, Sulutzonecom – SMK Negeri Pariwisata Manado menghadapi krisis penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ini, dengan hanya berhasil menjaring 8 siswa.
Angka ini menempatkan sekolah kejuruan ini sebagai salah satu yang tersepi di Sulawesi Utara dan menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Dalam pantauan Sulutzone.com pada Rabu, 16 Juli 2025, atau sehari setelah masa Orientasi Lingkungan Sekolah (MPLS) berakhir, terlihat sebuah pemandangan kontras: gedung sekolah yang megah berdiri kokoh, namun diisi dengan jumlah siswa yang sangat minim.
Bahkan, terpantau ada satu kelas yang hanya berisi dua siswa yang tengah menempuh pendidikan dari guru.
Kepala Sekolah SMK Negeri Pariwisata Manado, Sem Kadimateng, dalam wawancara eksklusif, mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi ini.
Ia menjelaskan bahwa dari 10 orang yang mendaftar di awal, hanya 8 siswa yang akhirnya melakukan daftar ulang dan resmi menjadi bagian dari keluarga besar SMK Negeri Pariwisata Manado.
"Tahun ini kami hanya menerima 8 murid baru. Dari 10 pendaftar, ada 2 orang yang tidak mendaftar kembali," terang Sem Kadimateng dengan nada prihatin.
Ia menambahkan bahwa perbandingan dengan tahun lalu menunjukkan penurunan yang mencolok, sebab di tahun sebelumnya, jumlah siswa yang diterima masih jauh lebih banyak dari angka tahun ini.
Padahal, SMK Pariwisata ini menawarkan lima jurusan menarik yang relevan dengan industri, yaitu Desain Komunikasi Visual (DKV), Usaha Layanan Wisata, Kuliner, dan Ekowisata.
Kadimateng mengidentifikasi beberapa kendala utama yang menyebabkan minimnya minat calon siswa terhadap sekolahnya.
Salah satu hambatan terbesar adalah persepsi keliru di kalangan masyarakat yang masih menganggap SMK Negeri Pariwisata Manado sebagai sekolah swasta.
"Memang imej masyarakat sekolah kami disebut sebagai sekolah swasta. Walaupun selalu kami sosialisasikan ini adalah sekolah negeri dengan nama SMK Negeri Pariwisata Manado," jelasnya.
Selain itu, masalah aksesibilitas lokasi juga menjadi faktor. Meskipun secara fisik tidak terlalu jauh dari jalan utama, Kadimateng menganalisis bahwa calon siswa cenderung memilih sekolah yang lebih mudah dijangkau dan dekat dengan akses jalan raya.
Artikel Terkait
Wakili Bupati Robby Dondokambey, Lynda Watania Hadiri Pelantikan Pj Sekprov Sulut
Talaud Gemilang! Raih Peringkat Kedua Penanganan Stunting Terbaik di Sulawesi Utara
Gubernur Yulius Selvanus Lantik Pj Sekprov dan Inspektur Sulut, Tekankan Inovasi Birokrasi
Ayah Teladan Indonesia: SDK El-Betel Rusoh Gelar Hari Pertama Sekolah Bersama Ayah
GMNI Manado Tentang Kongres Faksional dan Minta Pemerintah Daerah se-Sulut Jangan Coba Ikut Campur
Yulius Selvanus Akui ke Toraja Pakai Dana Pribadi, Para Pejabat Teras Leh Bagitu?
Langkah Serius 5 Personel Polres Talaud Menuju Bahtera Rumah Tangga: Sidang BP4R Digelar!
Jangan Coba-Coba ! Polda Sulut Larang Bajaj Beroperasi Tanpa Izin
Kasat Lantas Polres Talaud,Iptu Christian Mewengkang, SH Tindak Tegas 15 Pelanggar dalam Operasi Patuh Samrat 2025
Tolak Kongres Bandung, GMNI Sulut Serukan Rekonsiliasi Nasional dan KLB Demi Persatuan Organisasi