Jadi Sekolah Tersepi di Sulut: SMK Negeri Pariwisata Manado Ada kelas diisi 2 Siswa Saja! Dinas Pendidikan Apa Kabar?

photo author
Dedy Dagomes Manlesu, Sulut Zone
- Kamis, 17 Juli 2025 | 18:46 WIB
SMK Negeri Pariwisata Manado, Jadi Sekolah Negeri Tersepih di Sulut (Istimewa)
SMK Negeri Pariwisata Manado, Jadi Sekolah Negeri Tersepih di Sulut (Istimewa)

MANADO, Sulutzonecom – SMK Negeri Pariwisata Manado menghadapi krisis penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ini, dengan hanya berhasil menjaring 8 siswa.

Angka ini menempatkan sekolah kejuruan ini sebagai salah satu yang tersepi di Sulawesi Utara dan menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Dalam pantauan Sulutzone.com pada Rabu, 16 Juli 2025, atau sehari setelah masa Orientasi Lingkungan Sekolah (MPLS) berakhir, terlihat sebuah pemandangan kontras: gedung sekolah yang megah berdiri kokoh, namun diisi dengan jumlah siswa yang sangat minim.

Bahkan, terpantau ada satu kelas yang hanya berisi dua siswa yang tengah menempuh pendidikan dari guru.

Kepala Sekolah SMK Negeri Pariwisata Manado, Sem Kadimateng, dalam wawancara eksklusif, mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi ini.

Ia menjelaskan bahwa dari 10 orang yang mendaftar di awal, hanya 8 siswa yang akhirnya melakukan daftar ulang dan resmi menjadi bagian dari keluarga besar SMK Negeri Pariwisata Manado.

"Tahun ini kami hanya menerima 8 murid baru. Dari 10 pendaftar, ada 2 orang yang tidak mendaftar kembali," terang Sem Kadimateng dengan nada prihatin.

Ia menambahkan bahwa perbandingan dengan tahun lalu menunjukkan penurunan yang mencolok, sebab di tahun sebelumnya, jumlah siswa yang diterima masih jauh lebih banyak dari angka tahun ini.

Padahal, SMK Pariwisata ini menawarkan lima jurusan menarik yang relevan dengan industri, yaitu Desain Komunikasi Visual (DKV), Usaha Layanan Wisata, Kuliner, dan Ekowisata.

Kadimateng mengidentifikasi beberapa kendala utama yang menyebabkan minimnya minat calon siswa terhadap sekolahnya.

Salah satu hambatan terbesar adalah persepsi keliru di kalangan masyarakat yang masih menganggap SMK Negeri Pariwisata Manado sebagai sekolah swasta.

"Memang imej masyarakat sekolah kami disebut sebagai sekolah swasta. Walaupun selalu kami sosialisasikan ini adalah sekolah negeri dengan nama SMK Negeri Pariwisata Manado," jelasnya.

Selain itu, masalah aksesibilitas lokasi juga menjadi faktor. Meskipun secara fisik tidak terlalu jauh dari jalan utama, Kadimateng menganalisis bahwa calon siswa cenderung memilih sekolah yang lebih mudah dijangkau dan dekat dengan akses jalan raya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dedy Dagomes Manlesu

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X