Manado, sulutzone.com – Menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulawesi Utara (Sulut), sinyal berbeda datang dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Bolaang Mongondow (Bolmong).
Ketua DPD II Golkar Bolmong, Aditya Anugerah Moha, memberikan tanggapan yang terkesan diplomatis, bahkan disebut-sebut tak sejalan dengan mayoritas DPD II lainnya yang santer menyatakan dukungan kepada Christiany Eugenia Paruntu (CEP), yang merupakan petahana Ketua DPD I Golkar Sulut.
Kepada awak media, Aditya Anugerah Moha menyatakan bahwa perhelatan Musda Golkar Sulut masih menunggu petunjuk resmi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP).
"Musda tinggal menunggu (petunjuk) DPP. Kapan akan dijadwalkan," ujarnya singkat di salah satu cafe di Manado, 21 Mei 2025.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa DPD II Bolmong masih berpegang pada mekanisme partai dan belum terburu-buru dalam menentukan sikap.
Berbeda dengan beberapa DPD II lainnya yang sudah terang-terangan mendeklarasikan dukungan, Aditya Anugerah Moha justru mengaku belum menentukan pilihan terkait calon yang akan diusung menjadi Ketua DPD I Golkar Sulut.
"Kita kan belum tahu skema nanti di floor-nya seperti apa. Kita lihatlah nanti perkembangannya," ujarnya.
Sikap ini memunculkan spekulasi mengenai arah dukungan DPD II Bolmong di Musda mendatang, terutama mengingat status CEP sebagai petahana.
Ketika disinggung mengenai banyaknya DPD II lainnya yang telah menyatakan sikap mendukung Christiany Eugenia Paruntu, Aditya Anugerah Moha hanya merespon dengan kata "Baguslah, amanlah" sambil tersenyum.
Baca Juga: Demo Para Dosen Unsrat Dinilai Mubazir dan Hoax, Rektorat Angkat Bicara
Respon ini dinilai sebagai isyarat bahwa DPD II Bolmong tidak serta merta mengikuti arus mayoritas dukungan yang telah terbentuk, bahkan terhadap petahana.
Senyum yang tersungging dari Aditya bisa diartikan sebagai sikap independen, bukan sebagai persetujuan.
Meski belum menentukan pilihan untuk posisi Ketua DPD I Golkar Sulut, Aditya Anugerah Moha dengan tegas menyatakan bahwa dirinya tidak akan maju dalam kontestasi tersebut.
"Kalau saya fix tidak," tegasnya.
Artikel Terkait
Gebrak Premanisme Sulut: 18 Hari Operasi, Ratusan Kasus Terungkap, Puluhan Tersangka Diciduk!
Suami Najwa Shihab, Ibrahim Sjarief Assegaf Meninggal Dunia
Taufik Poli Pimpin GMNI Sulut, Siap Konsolidasi dan Sikapi Isu Sosial-Politik
Begini Cara Penanganan Jemaah Calon Haji Indonesia yang Wafat di Saudi
Lesti Kejora Dilaporkan ke Polisi Terkait Dugaan Pelanggaran Hak Cipta, Begini Kronologi dan Ancaman Hukumannya
Pergub Media Tinggal Menunggu Hasil Konsultasi di Kanwil Kemenkumham
Begini Gejala Stroke Hemoragik, Penyebab Meninggalnya Suami Najwa Shihab
Steven Liow Bantah Tudingan Terkait Korupsi Kerja Sama Media
Singkil Tidak Aman! Isi Bagasi Wartawan Raib Dicuri
Demo Para Dosen Unsrat Dinilai Mubazir dan Hoax, Rektorat Angkat Bicara