Kuncikan Tahun 2025 Kabupaten Minahasa: Kebersamaan dalam Doa dan Budaya

photo author
Grandani Lontoh, Sulut Zone
- Sabtu, 1 Februari 2025 | 12:38 WIB
Potret Kapolres Minahasa AKBP S. SOPHIAN, S.I.K., M.H saat hadiri acara Kucikan Minahasa 2025. (Ist)
Potret Kapolres Minahasa AKBP S. SOPHIAN, S.I.K., M.H saat hadiri acara Kucikan Minahasa 2025. (Ist)

Minahasa, sulutzonecom – Kapolres Minahasa AKBP S. SOPHIAN, S.I.K., M.H. bersama Penjabat Bupati Minahasa Dr. Noudy R. P. Tendean, S.I.P., M.Si., didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Dr. Lynda D. Watania, M.M., M.Si., menghadiri Acara Kuncikan Tahun 2025 Kabupaten Minahasa yang berlangsung di Taman God Bless Minahasa pada Jumat, 31 Januari 2025. Acara ini menjadi momen penting bagi masyarakat Minahasa dalam menyambut tahun baru dengan doa dan refleksi kebersamaan.


Kegiatan ini menampilkan berbagai seni budaya khas Minahasa, seperti musik kolintang, musik bambu, serta tarian tradisional yang menggambarkan kebesaran budaya Minahasa.

Suasana haru terasa begitu kuat saat doa dan pujian dipanjatkan bersama, menciptakan ikatan spiritual yang mempererat masyarakat Minahasa meski memiliki latar belakang agama yang berbeda.


Dalam sambutannya, Penjabat Bupati Minahasa Dr. Noudy R. P. Tendean menegaskan bahwa Festival Kuncikan bukan sekadar ajang budaya, tetapi juga simbol kebersamaan dan refleksi perjalanan hidup masyarakat Minahasa.

“Festival ini bukan hanya untuk melestarikan budaya, tetapi juga untuk memperkuat semangat gotong royong dan menjaga nilai-nilai warisan leluhur kita” ujarnya.


Sementara itu, dalam wawancara di tempat berbeda, Kapolres Minahasa AKBP S. SOPHIAN, S.I.K., M.H. menekankan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban dalam setiap perayaan budaya.

“Minahasa memiliki budaya yang kaya dan sarat akan norma-norma yang harus kita junjung tinggi. Mari kita bersama-sama menciptakan Minahasa yang aman, sejuk, damai, dan kondusif—MINAHASA ASIK,” pungkasnya.


Acara ini menjadi bukti kuatnya rasa kebersamaan masyarakat Minahasa. Meski memiliki perbedaan, mereka tetap bersatu dalam doa dan syukur menyambut tahun baru. Semoga 2025 membawa kedamaian, kemakmuran, dan kemajuan bagi Minahasa.


Festival Kuncikan adalah tradisi perayaan tahun baru yang dilakukan oleh masyarakat Minahasa, Sulawesi Utara. Tradisi ini biasanya diisi dengan berbagai kegiatan, seperti doa bersama, pertunjukan seni budaya, dan hiburan lainnya. Festival Kuncikan menjadi momen penting bagi masyarakat Minahasa untuk bersyukur atas berkat yang telah diterima selama setahun terakhir, serta memohon berkat dan perlindungan di tahun yang baru.

Tujuan  diselenggarakannya Festival Kuncikan Ini untuk:

  • Melestarikan dan mengembangkan seni budaya daerah Minahasa
  • Mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan antar masyarakat
  • Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban


Semoga Festival Kuncikan di tahun-tahun mendatang dapat terus menjadi wadah bagi masyarakat Minahasa untuk menyatukan kebersamaan dan melestarikan budaya daerah. Selain itu, diharapkan festival ini dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan, sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Minahasa.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Grandani Lontoh

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X