Ini Kata Rafhilia Soal Kehidupan Anak di Tomohon.

photo author
Stefanus Goni, Sulut Zone
- Senin, 6 Mei 2024 | 02:30 WIB
Rafhilia Loho, Aktivis Anak Kota Tomohon. (Istimewa)
Rafhilia Loho, Aktivis Anak Kota Tomohon. (Istimewa)

SulutZone.com, Tomohon - Sepekan setelah hari pendidikan nasional (Hardiknas) yang diperingati pada 2 May, kehidupan anak di Kota Tomohon menjadi sorotan seorang Aktivis anak.

Rafhilia Loho yang merupakan Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi memandang anak-anak merupakan harapan dan penerus tongkat estafet bangsa kita.

Ia mengemukakan bahwa untuk memastikan masa depan yang gemilang bagi Indonesia, penting bagi anak-anak untuk mendapatkan pendidikan yang komprehensif, baik secara formal maupun informal.

Baca Juga: Judul: Pertemuan AFMGM+3 2024: Komitmen Memperkuat Jaring Pengaman Keuangan Regional

Pada media ini ia menceritakan saat ini, di Indonesia, khususnya di Tomohon, Sulawesi Utara, pendidikan bagi anak-anak telah merata. Senin, (06/05/2024).

Namun, pendidikan tidak hanya terbatas pada lingkungan sekolah, tetapi juga dapat diperoleh di berbagai tempat, terutama di dalam keluarga.

"Peran keluarga dalam pendidikan anak tidak bisa diremehkan. Keluarga merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter anak-anak. Dari keluarga, anak-anak belajar tentang nilai-nilai moral, etika, dan tanggung jawab," Kata Rafhilia.

Baca Juga: Ini Kata Rafhilia Soal Kehidupan Anak di Tomohon.

Baginya pendidikan karakter yang baik diwujudkan melalui kasih sayang, penghargaan, dan bimbingan yang diberikan oleh orang tua dan anggota keluarga lainnya.

"Keluarga juga berperan penting dalam membantu anak-anak mengembangkan kemampuan sosial, emosional, dan keterampilan hidup yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.

Selanjutnya ia mengatakan selain keluarga, masyarakat sekitar juga memiliki peran yang signifikan dalam pendidikan anak-anak.

Baca Juga: KPU Manado: Ini PPK Hasil Penelitian Dokumen

Dalam lingkungan masyarakat, anak-anak belajar tentang keragaman budaya, toleransi, dan solidaritas.

Masyarakat memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk berinteraksi dengan orang-orang dari latar belakang yang berbeda, memperluas wawasan mereka, dan memahami pentingnya hidup dalam harmoni dengan orang lain.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Stefanus Goni

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X