Sulutzonecom -- Persaingan menuju kompetisi Eropa musim depan di Serie A semakin panas. Kali ini, nasib AS Roma justru ikut ditentukan oleh rival sekota mereka, SS Lazio, lewat ajang Coppa Italia.
Lazio memastikan langkah ke final Coppa Italia usai menyingkirkan Atalanta melalui drama adu penalti. Kemenangan ini bukan sekadar membawa Biancocelesti selangkah ke trofi, tetapi juga membuka skenario yang bisa berdampak langsung pada peluang Roma tampil di kompetisi Eropa musim depan.
Dalam regulasi sepak bola Italia, juara Coppa Italia otomatis mengamankan tiket ke Liga Europa. Namun, jika tim yang menjuarai turnamen bukan berasal dari posisi papan atas klasemen liga, maka distribusi jatah kompetisi Eropa bisa berubah.
Situasi ini yang membuat kubu Roma mulai waspada. Jika Lazio berhasil keluar sebagai juara, maka mereka akan mengambil slot Liga Europa. Dampaknya, posisi tim lain di klasemen—termasuk Roma—berpotensi terdorong turun ke level kompetisi yang lebih rendah, yakni UEFA Conference League.
Sebaliknya, jika lawan Lazio di final seperti Inter Milan yang keluar sebagai juara—yang notabene sudah hampir pasti lolos ke Liga Champions lewat jalur liga—maka distribusi tiket Eropa tidak akan banyak berubah. Dalam skenario ini, peluang Roma untuk tetap bertahan di Liga Europa lebih aman.
Kondisi ini juga menjadi perhatian serius bagi pelatih Roma, Gian Piero Gasperini, yang memahami bahwa posisi akhir di klasemen saja belum cukup untuk menjamin tiket kompetisi Eropa.
Dengan selisih poin yang ketat di papan tengah Serie A, hasil akhir Coppa Italia kini menjadi faktor penentu tambahan. Artinya, Roma tidak hanya harus fokus pada performa mereka sendiri, tetapi juga berharap hasil tertentu di partai final.
Satu hal yang pasti, laga final Coppa Italia nanti bukan hanya soal perebutan trofi, tetapi juga akan menentukan peta persaingan klub-klub Italia di kompetisi Eropa musim depan.