Pada pernyataan itu, Presiden FIFA Gianni Infantino menyetujui reformasi kebijakan untuk memperkuat posisi pelatih sepak bola pria dan wanita.
"Pelatih memainkan peran penting dalam permainan, tetapi secara historis mereka telah ditinggalkan di luar kerangka regulasi sepak bola," tutur Gianni.
"Kami perlu menutup celah ini dan mengakui peran penting yang mereka miliki," tambahnya.
Kebijakan FIFA itu berkaca dari fenomena pemecatan pelatih sepak bola di Eropa yang hanya bertahan rata-rata 35-69 pertandingan sebelum mereka digantikan oleh pelatih lain.
Terpenting Adalah Membayarkan Gaji
EA Sports Law juga menuturkan, ketika pelatih sepak bola mendapatkan pemutusan sepihak dari kontraknya perlu dipastikan pihak yang melakukan pelanggaran dalam kontraknya.
Umumnya, konsekuensi dalam kontrak bergantung dari kesepakatan pembayaran dan target jangka panjang sekaligus konsekuensinya.
Artikel Terkait
Fajar/Rian Tersandung di Lapangan Sendiri: Kejutan di Indonesia Masters 2025!
PSSI Buka Peluang Emas untuk Pelatih Lokal Bergabung dengan Timnas Indonesia
Ahsan/Hendra Tampil Memukau, Lolos ke 16 Besar Indonesia Masters 2025
Kenangan dan Warisan Coach STY yang Bakal Dirindukan Jelang sang Mantan Pelatih Tim Garuda Itu Pulang Kampung ke Korsel