Terkini, STY masih berada di Indonesia meski sudah tidak lagi menjadi pelatih Timnas Indonesia.
Mantan pelatih Timnas Indonesia itu dijadwalkan pulang kampung ke Korea Selatan pada 26 Januari 2025 mendatang.
Berkaca dari hal itu, kontrak pelatih sepak bola umumnya dapat diakhiri dengan persetujuan bersama.
Dilansir dari EA Sports Law, pemutusan kontrak pelatih juga diatur oleh undang-undang nasional dan peraturan FIFA.
"Konsekuensi dari pemutusan kontrak akan diatur oleh surat kontrak, undang-undang nasional, dan peraturan FIFA," begitu pernyataan EA Sports Law dalam artikel yang tayang pada 29 Januari 2021 lalu.
Lantas, mengapa etika pemutusan kontrak pelatih menjadi sesuatu yang penting di dunia sepak bola? Berikut ini ulasan selengkapnya.
Menutup Celah Kontroversi Pemecatan Pelatih
Dalam artikel yang sama, EA Sports Law menyoroti pernyataan yang pernah diterbitkan FIFA pada November 2020 lalu.
Artikel Terkait
Fajar/Rian Tersandung di Lapangan Sendiri: Kejutan di Indonesia Masters 2025!
PSSI Buka Peluang Emas untuk Pelatih Lokal Bergabung dengan Timnas Indonesia
Ahsan/Hendra Tampil Memukau, Lolos ke 16 Besar Indonesia Masters 2025
Kenangan dan Warisan Coach STY yang Bakal Dirindukan Jelang sang Mantan Pelatih Tim Garuda Itu Pulang Kampung ke Korsel