Tedesco Akui Kartu Merah Pellegrini Selamatkan Belgia dari Kekalahan Telak dari Italia

photo author
David Lombogia, Sulut Zone
- Jumat, 11 Oktober 2024 | 20:41 WIB
Lorenzo Pellegrini menerima Kartu merah, saat pertandingan  melawan Belgia (Ist)
Lorenzo Pellegrini menerima Kartu merah, saat pertandingan melawan Belgia (Ist)

SULUTZONE -- Pertandingan UEFA Nations League antara Italia dan Belgia di Olimpico, Jumat (11/10/2024) dinihari WIB, menyajikan drama menegangkan.

Italia, yang tampil dominan di babak pertama, harus puas berbagi poin dengan Belgia setelah kartu merah yang diterima Lorenzo Pellegrini mengubah jalannya pertandingan.

Italia langsung tancap gas di awal pertandingan dan unggul dua gol dalam waktu kurang dari setengah jam.

Baca Juga: Timnas Indonesia Tiba Lebih Awal di China, Media China Terkejut!

Andrea Cambiaso membuka skor di menit pertama, disusul gol Mateo Retegui di menit ke-24.

Namun, situasi berubah drastis ketika Pellegrini diganjar kartu merah pada menit ke-40 akibat tekel keras terhadap Arthur Theate.

Belgia, yang sebelumnya tertekan, akhirnya menemukan momentum untuk bangkit.

Baca Juga: Jonatan Christie Melaju ke Perempatfinal Arctic Open 2024, Siap Berburu Tiket Semifinal!

Dua menit setelah kartu merah Pellegrini, Belgia berhasil memperkecil ketertinggalan melalui gol Maxim De Cuyper.

Leandro Trossard kemudian menyamakan skor pada menit ke-61, dan hasil imbang 2-2 bertahan hingga akhir pertandingan.

Pelatih Belgia, Domenico Tedesco, mengakui bahwa kartu merah Pellegrini menjadi titik balik bagi timnya.

Baca Juga: Masa Depan Pogba di Juventus Dipertanyakan, Si Nyonya Tua Evaluasi Kinerja Sang Bintang

Ia menilai bahwa Italia tampil dominan di awal pertandingan dan sulit bagi Belgia untuk bangkit setelah tertinggal dua gol.

"Italia memulai dengan sangat baik dan tak mudah bagi tim manapun untuk bereaksi setelah kebobolan secepat itu," ujar Tedesco dalam jumpa pers usai laga, dikutip Football Italia.

"Mereka menunjukkan rasa percaya diri, bahkan lebih setelah gol itu, dan kami kesulitan untuk kembali fokus usai awal yang buruk.

Baca Juga: King of Clay Rafael Nadal Gantung Raket, Legenda Tenis Tulis Babak Akhir Kariernya

Kami mengikuti rencana saat menguasai bola, tetapi menderita saat tidak menguasai bola," tambah Tedesco.

Tedesco juga menjelaskan bahwa Italia bermain dengan formasi 3-6-1 yang efektif, sehingga Belgia kesulitan untuk menembus pertahanan mereka.

"Mereka menekan zona tengah, dengan formasi 3-6-1 yang efektif, jadi kami harus menekan Samuele Ricci dan Alessandro Bastoni.

Baca Juga: Greysia Polli: Regenerasi Ganda Putri Indonesia Berkembang, Tapi Butuh Lebih Banyak Layer Berkualitas

Anda hanya dapat melakukan itu jika tim tetap kompak," jelas Tedesco.
"Itulah masalah kami, dan umpan silang brilian mereka seperti gol kedua sulit untuk dilawan.

Harus diakui, kartu merah sangat membantu kami," akui Tedesco, yang memiliki darah Italia.

Hasil imbang ini membuat Belgia menempati posisi ketiga klasemen Grup A2 dengan 4 poin, sedangkan Italia masih di puncak dengan 7 poin.

Baca Juga: Duel Sengit di Bahrain: Skuad Garuda Lebih Mahal, Tapi Siapa yang Lebih Kuat?

Belgia selanjutnya akan menghadapi Prancis di Brussel pada 15 Oktober, sedangkan Italia akan berhadapan dengan Israel di Udine pada hari yang sama.

Pertandingan antara Belgia dan Prancis diprediksi akan berlangsung sengit. Kedua tim sama-sama mengincar kemenangan untuk menjaga peluang lolos ke babak berikutnya.

Kita tunggu saja bagaimana performa Belgia di pertandingan selanjutnya dan apakah mereka dapat meraih hasil positif atas Prancis.

***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: David Lombogia

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X