ragam

CERPEN : Secercah Harapan di Tengah Pasar

Jumat, 17 Januari 2025 | 17:41 WIB
Ilustrasi seorang anak menerima Makan Bergizi Gratis (AI Generated)

CERPEN -- Di tengah hiruk pikuk Pasar Baru, seorang anak laki-laki kurus, bernama Budi, dengan cekatan menawarkan tas plastik kepada para pengunjung. Usianya baru menginjak bangku SMP, namun pundaknya sudah memikul beban keluarga. Ayahnya pergi entah kemana sejak ia kecil, meninggalkan ia, ibunya, dan dua adik kecilnya berjuang di kerasnya kehidupan.

Rumah mereka, sebuah gubuk reyot di pinggiran kota, berjarak lima kilometer dari sekolah Budi. Setiap hari, ia menempuh perjalanan jauh itu, bahkan seringkali harus menyeberangi sungai dengan rakit sederhana sebagai jalan pintas. Tak ada uang jajan di sakunya, karena setiap sen hasil penjualan tas plastik di pasar ia berikan kepada ibunya untuk membeli makan sehari-hari bagi adik-adiknya.

Sekolah baginya adalah oase di tengah gurun kesulitan. Meski lelah dan lapar seringkali mendera, Budi tak pernah absen. Ia sadar, pendidikan adalah satu-satunya jalan untuk mengubah nasibnya dan keluarganya.

Baca Juga: Cinta di Negeri Ginseng

Suatu hari, Budi mendengar kabar tentang program makan bergizi gratis yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto. Kabar ini bagai angin segar di tengah kemarau panjang. Ia membayangkan betapa senangnya bisa makan siang di sekolah, sesuatu yang selama ini hanya bisa ia impikan. Biasanya, ia hanya makan setelah pulang sekolah dan berhasil menjual beberapa tas plastik di pasar. Itupun sisa uangnya langsung diberikan kepada ibunya.

Penantian Budi akhirnya berbuah manis. Program makan bergizi gratis itu mulai diterapkan di sekolahnya. Pada hari pertama, saat makanan hangat dan bergizi disajikan di hadapannya, Budi tak kuasa menahan air mata. Ia menangis terharu, merasakan nikmatnya makanan enak setelah sekian lama hidup serba kekurangan. Bahkan, ia menyisihkan sedikit bekalnya untuk dibawa pulang dan dinikmati bersama adik-adiknya.

Baca Juga: Daftar Lengkap Buku Robert Kiyosaki: Panduan Menuju Kebebasan Finansial

Sejak saat itu, semangat Budi semakin membara. Ia bertekad untuk terus bersekolah dan meraih cita-citanya. Ia ingin menjadi seperti Presiden Prabowo, seorang pemimpin yang peduli pada hal-hal mendasar dalam kehidupan masyarakat, terutama bagi mereka yang kurang mampu. Ia ingin memastikan tidak ada lagi anak-anak yang harus merasakan lapar dan kesulitan seperti yang pernah dialaminya.

Setiap langkahnya menuju sekolah, setiap tas plastik yang berhasil ia jual di pasar, dan setiap suap nasi yang ia makan di sekolah, adalah langkah dan bekal menuju masa depan yang lebih baik. Budi, si penjual tas plastik dari pasar, kini memiliki mimpi besar: menjadi pemimpin yang membawa perubahan bagi bangsanya.

(Cerita Pendek Imajiner yang dihasilkan dengan AI Generated oleh Dedy Manlesu)

Tags

Terkini