Talaud, Sulutzone.com – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud terus menunjukkan komitmennya dalam menjamin kesejahteraan masyarakat, khususnya di tengah tantangan geografis wilayah kepulauan. Melalui Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Alokasi Bantuan Pangan untuk periode Juli–September 2026 yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati pada Senin (28/9/2026), Pemkab Talaud memastikan bahwa setiap butir beras bantuan tepat sasaran, tepat waktu, dan bebas dari tumpang tindih data. Rapat strategis ini dipimpin oleh Asisten Tata Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah, Daud Malensang, S.Sos., yang membacakan sambutan langsung dari Bupati Kepulauan Talaud. Hadir dalam kesempatan tersebut para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Talaud, perwakilan Kepala Gudang Bulog dari empat titik distribusi utama (Melonguane, Kiama, Lirung, dan Beo), serta seluruh Camat dan Lurah se-Kabupaten Talaud.
Dalam sambutannya, Bupati menekankan bahwa bantuan pangan bukan sekadar program rutin, melainkan jaring pengaman sosial (social safety net) bagi masyarakat rentan. Oleh karena itu, koordinasi antara pemerintah daerah, penyedia logistik (Bulog), dan validator data (BPS) menjadi kunci keberhasilan.
Fokus utama rakor ini adalah menyamakan persepsi terkait mekanisme alokasi dan validasi data penerima manfaat. Dengan melibatkan BPS dan jajaran kecamatan hingga kelurahan, Pemkab Talaud berupaya meminimalisir potensi kesalahan data yang sering menjadi hambatan dalam penyaluran bantuan sosial.
Kepala Gudang Bulog dari masing-masing wilayah juga melaporkan status stok dan jadwal distribusi terkini, memastikan bahwa pasokan beras tersedia memadai di keempat titik strategis tersebut sebelum didistribusikan ke tingkat desa.
Melalui forum ini, Pemkab Talaud menegaskan komitmennya untuk terus mengawal program bantuan pangan sebagai bagian integral dari upaya menjaga ketahanan pangan nasional di wilayah perbatasan. Langkah ini juga bertujuan untuk menekan angka kerawanan pangan dan menjaga stabilitas sosial masyarakat Talaud agar tetap kondusif dan sejahtera.
"Dengan pemahaman yang sama terkait mekanisme dan data, kita pastikan tidak ada lagi keterlambatan atau salah sasaran. Bantuan ini harus benar-benar dirasakan oleh mereka yang paling membutuhkan," tambah Daud Malensang menutup arahannya.