hukrim

Kawal Tradisi Taptu di Pusat Kota: Kapolsek Beo IPDA Eifel Kriston Limporo Pastikan HUT ke-81 RI Berjalan Khidmat dan Aman

Senin, 17 Agustus 2026 | 00:45 WIB
Istimewa (Face Book (Polsek Beo Talaud))

Beo Talaud, Sulutzone.com – Semangat kemerdekaan menyala terang di jantung Kecamatan Beo pada Minggu malam (16/8/2026). Dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Upacara Malam Taptu dan Pawai Obor digelar secara megah di Lapangan SMA Negeri 1 Beo. Kapolsek Beo, IPDA Eifel Kriston Limporo, S.H., hadir langsung memimpin pengamanan dan memastikan seluruh rangkaian acara berlangsung khidmat, aman, tertib, dan terkendali hingga selesai pukul 19.20 WITA.

Upacara yang dimulai tepat pukul 18.00 WITA ini dipimpin oleh Danramil 1312/03 Beo, Letda Kristopel Paereng, selaku Inspektur Upacara, dengan Praka Multi sebagai Komandan Upacara. Kehadiran Kapolsek Beo bersama jajaran Forkopimcam—termasuk Camat Beo Maraden Mangkey, Posal Beo Serda APM Rivan Reski Ramadhan, dan Staf Cabjari Beo Yori Tamawiwi—menegaskan sinergi lintas sektoral dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus memeriahkan perayaan kenegaraan.

Momen puncak upacara terjadi saat Inspektur Upacara menyalakan api obor secara simbolis, menandai dimulainya pawai keliling pusat Kota Beo. Ribuan peserta dari peleton pelajar SD, SMP, dan SMA se-Kecamatan Beo, didampingi para guru, berbaris rapi membawa obor mengelilingi ruas jalan utama kota sebelum kembali finish di Lapangan SMAN 1 Beo.

Antusiasme masyarakat yang memadati tepi jalan menjadi bukti bahwa tradisi Taptu bukan sekadar ritual tahunan, melainkan ekspresi cinta tanah air yang hidup di tengah generasi muda. Cahaya obor yang berkelap-kelip di sepanjang rute pawai menciptakan panorama spektakuler yang menyatukan warga dalam satu denyut nadi kebangsaan.

Sepanjang pelaksanaan pawai, Polsek Beo menempatkan personel di titik-titik strategis untuk mengatur lalu lintas, mengawal barisan peserta, dan memastikan interaksi dengan masyarakat berjalan kondusif. Kehadiran IPDA Eifel Kriston Limporo di lapangan memberikan rasa aman bagi ribuan peserta dan penonton.

“Kehadiran kami adalah bentuk dedikasi Polri dalam melayani dan melindungi masyarakat, terutama dalam momen sakral seperti peringatan kemerdekaan. Kami pastikan setiap warga bisa merayakan Taptu dengan tenang dan bangga,” ujar Kapolsek Beo.

Dengan berakhirnya kegiatan secara lancar tanpa insiden berarti, Polsek Beo berhasil membuktikan bahwa penegakan hukum dan pelayanan publik dapat berjalan beriringan dengan pelestarian budaya nasional. Malam Taptu di Beo tahun ini tidak hanya dikenang karena kecantikannya, tetapi juga karena ketertiban dan kebersamaan yang ditunjukkan oleh seluruh elemen masyarakat.

Istimewa (Face Book (Polsek Beo Talaud))
Malam Taptu adalah tradisi penetapan waktu jelang Hari Kemerdekaan yang berasal dari istilah militer Belanda tap toe. Di Indonesia, tradisi ini bermakna sebagai sinyal kewaspadaan dan semangat juang yang tak kenal lelah, ditandai dengan penyalaan obor dan pawai keliling sebagai refleksi perjuangan para pahlawan.

Tags

Terkini