hukrim

Hadirkan Negara di Beranda Depan: Gubernur Sulut Yulius Selvanus Resmikan Karya Bakti Skala Besar 2026 di Talaud, Kolaborasi TNI-Pemda-Kampus untuk Ak

Jumat, 17 Juli 2026 | 16:12 WIB
Istimewa (Dinas Kominfo Talaud)

Talaud, Sulutzone.com – Upaya akselerasi pembangunan di wilayah paling utara Indonesia resmi bergulir. Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, secara resmi membuka pelaksanaan Karya Bakti (Karbak) Skala Besar Tahun 2026 di wilayah kerja Kodim 1312/Talaud, Rabu (15/7/2026). Acara yang berlangsung khidmat di Lapangan Rumah Jabatan Bupati ini menjadi simbol nyata kehadiran negara dalam mempercepat kesejahteraan masyarakat di "beranda terdepan" NKRI.

Program strategis ini merupakan hasil sinergi kuat antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, TNI Angkatan Darat (Kodam XIII/Merdeka), Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud dan Sangihe, serta akademisi dari Universitas Sam Ratulangi (Unsrat). Kehadiran para mahasiswa bersama prajurit TNI dan aparat pemerintah menegaskan bahwa pembangunan daerah adalah tanggung jawab bersama yang membutuhkan semangat gotong royong seluruh komponen bangsa.

Dalam amanatnya, Gubernur Yulius Selvanus menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran TNI AD yang telah menginisiasi program ini. Ia menekankan bahwa perhatian terhadap daerah kepulauan dan perbatasan harus lebih besar dibandingkan wilayah perkotaan, mengingat posisi strategisnya sebagai garda depan kedaulatan negara.

“Kita menyadari bersama bahwa pembangunan tidak boleh hanya berkutat di wilayah perkotaan. Daerah kepulauan dan perbatasan juga harus mendapatkan perhatian yang sama, bahkan lebih besar, karena wilayah inilah yang menjadi beranda terdepan NKRI,” tegas Gubernur.

Gubernur juga menyoroti potensi besar Talaud dan Sangihe di sektor perikanan, kelautan, dan pariwisata. Melalui Karya Bakti Skala Besar ini, diharapkan akses infrastruktur dapat diperbaiki dan pelayanan publik meningkat, sehingga kesejahteraan masyarakat dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Karya Bakti Skala Besar 2026 tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik jangka panjang, tetapi juga menyasar aspek non-fisik dan pemberdayaan masyarakat. Melibatkan sinergi dari prajurit TNI, pemda, dosen, mahasiswa Unsrat, hingga masyarakat setempat, program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan riil warga.

Apresiasi khusus diberikan Gubernur kepada Universitas Sam Ratulangi yang melibatkan civitas akademika dalam kegiatan ini. “Kehadiran mahasiswa bersama para prajurit TNI menunjukkan bahwa pembangunan daerah adalah tanggung jawab bersama. Ini adalah laboratorium sosial bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu demi kemaslahatan rakyat,” ujarnya.

Momentum pembukaan ditandai dengan berbagai aksi sosial yang langsung menyentuh kebutuhan harian masyarakat. Usai upacara, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan:
1. Penyerahan Tali Asih: Bantuan simbolis untuk meringankan beban ekonomi warga kurang mampu.
2. Aksi Patriotik: Pembentangan Bendera Merah Putih raksasa di titik strategis beranda utara NKRI sebagai simbol kedaulatan.
3. Pasar Murah: Penyediaan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau untuk membantu daya beli masyarakat.
4. Layanan Kesehatan Gratis: Pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat perbatasan.

Acara pembukaan ini dihadiri oleh jajaran petinggi TNI dan pejabat daerah, termasuk Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Mirza Agus, Danrem 131/Santiago Brigjen TNI Yuri Elias Mamahi, Dandim 1312/Talaud Letkol Arh Yanuar Yudistira, Bupati Talaud Welly Titah, Wakil Bupati Anisya Gretsya Bambungan, serta Wakil Bupati Sangihe Tendris Bulahari. Turut hadir Ketua DPRD Talaud Engelbertus Tatibi, Kapolres Talaud AKBP Dwi Yatmoko, Kajari Talaud Edwin Ignatius Beslar, Danlanal Melonguane Letkol Laut (P) Zunaidy Sanggel, serta Dekan FISIP Unsrat Daud Ferry Liando.

Kehadiran penuh unsur Forkopimda ini menegaskan komitmen kolektif untuk memperkuat infrastruktur, menjaga stabilitas keamanan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan langsung antara Indonesia dan Filipina. Melalui Karya Bakti Skala Besar ini, pemerintah dan TNI tidak hanya membangun fisik, tetapi juga membangun harapan, memperkuat kebersamaan, dan menghadirkan wajah negara yang peduli di tengah-tengah rakyat.

Karya Bakti adalah program bakti sosial TNI Angkatan Darat yang bertujuan membantu pemerintah daerah dalam percepatan pembangunan melalui pendekatan kemanusiaan. Edisi 2026 di Sulawesi Utara mengusung konsep kolaboratif dengan melibatkan akademisi dan masyarakat sipil untuk menciptakan dampak pembangunan yang lebih holistik dan berkelanjutan di wilayah perbatasan.

Tags

Terkini