hukrim

Sinergi TNI-Pemda-Akademisi: Gubernur Sulut Yulius Selvanus Buka Karya Bakti Skala Besar 2026 di Talaud, Fokus pada Inovasi Sabut Kelapa & Kemandirian

Jumat, 17 Juli 2026 | 11:57 WIB
Istimewa (Dinas Kominfo Talaud)

Talaud, Sulutzone.com – Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE., secara resmi membuka Kegiatan Karya Bakti Skala Besar Tahun 2026 di Lapangan Rumah Dinas Bupati Kepulauan Talaud, Rabu (15/7/2026). Acara strategis ini menjadi bukti nyata kolaborasi tripartit antara Pemerintah Daerah, TNI (Kodam XIII/Merdeka), dan akademisi (Universitas Sam Ratulangi) untuk mempercepat pembangunan fisik dan non-fisik di wilayah kepulauan paling utara Indonesia.

Kegiatan yang melibatkan Kabupaten Kepulauan Talaud dan Kabupaten Kepulauan Sangihe ini dihadiri oleh Pangdam XIII/Merdeka, Danrem 131/Santiago, Bupati Welly Titah, Wakil Bupati Anisya G. Bambungan, Wakil Bupati Kepulauan Sangihe, Rektor Unsrat, serta jajaran Forkopimda, tokoh masyarakat, dan mahasiswa.

Salah satu sorotan utama dari Karya Bakti kali ini adalah penerapan inovasi teknologi tepat guna berbasis sumber daya lokal. Program ini menginisiasi pengolahan limbah sabut kelapa menjadi genteng komposit yang ringan, kuat, dan ramah lingkungan. Langkah inovatif ini tidak hanya menjawab kebutuhan material bangunan yang terjangkau, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat perbatasan melalui pemberdayaan potensi lokal.

“Langkah ini diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru dan memperkuat kemandirian ekonomi daerah perbatasan. Kita tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun nilai tambah dari apa yang sudah ada di sekitar kita,” ungkap Gubernur dalam sambutan tertulisnya.

Gubernur Yulius Selvanus memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kodam XIII/Merdeka dan Korem 131/Santiago atas inisiatif program ini. Ia menekankan bahwa tantangan pembangunan di wilayah kepulauan membutuhkan semangat gotong royong dari seluruh komponen bangsa.

Apresiasi khusus juga disematkan kepada Universitas Sam Ratulangi yang melibatkan dosen dan mahasiswa secara langsung. Kehadiran para mahasiswa di tengah prajurit TNI dan masyarakat dinilai sebagai laboratorium sosial yang berharga. “Ini adalah wadah belajar yang sangat berharga untuk memahami tantangan riil kehidupan wilayah kepulauan, sekaligus mengaplikasikan ilmu pengetahuan agar berdampak langsung bagi kemaslahatan masyarakat,” tambah Gubernur.

Selain fokus pada pembangunan infrastruktur dan inovasi produk, rangkaian Karya Bakti Skala Besar yang akan berlangsung selama beberapa bulan ke depan juga mencakup program non-fisik. Kegiatan tersebut meliputi pembagian sembako, bakti sosial kesehatan, gerakan penghijauan, serta penyuluhan kemasyarakatan.

Istimewa (Dinas Kominfo Talaud)
Tujuan akhir dari seluruh rangkaian kegiatan ini adalah mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkokoh persatuan nasional di beranda terdepan NKRI. Dengan sinergi yang solid antara eksekutif, militer, dan akademisi, diharapkan Talaud dan Sangihe dapat tumbuh menjadi daerah perbatasan yang mandiri, sejahtera, dan bermartabat.

Karya Bakti merupakan program rutin TNI Angkatan Darat yang bertujuan membantu pemerintah daerah dalam percepatan pembangunan melalui pendekatan kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat. Edisi 2026 di Sulawesi Utara mengusung tema inovasi berbasis kearifan lokal dan ketahanan pangan/ekonomi di wilayah perbatasan.

Tags

Terkini