hukrim

Polsek Pineleng Tangani Bentrokan Pelajar AAS di Jalan Raya Manado-Tomohon

Sabtu, 11 Oktober 2025 | 14:44 WIB
Remaja yang diamankan oleh Polsek Pineleng (Ist)

SULUTZONE.COM, MINAHASA – Aksi keributan antar kelompok remaja kembali menciptakan keresahan di jalur utama Manado–Tomohon. Sekelompok pelajar yang mengatasnamakan kelompok AAS (Ambon-Ambon Siswa) terlibat aksi pemukulan terhadap sesama anggota kelompok AAS di depan Gereja Katolik Pineleng Dua, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa, pada Jumat (10/10/2025) sekitar pukul 13.00 WITA.

Insiden tersebut sempat menimbulkan kepanikan dan kemacetan singkat di jalan raya yang menghubungkan dua kota besar di Sulawesi Utara tersebut.

Informasi yang dihimpun menunjukkan bahwa kejadian bermula saat lima pelajar dari arah Manado menuju Tomohon menggunakan sepeda motor melintas di lokasi. Tiba-tiba, mereka diserang oleh sekelompok remaja lain yang juga dikenal sebagai AAS.

Baca Juga: Gempa M 7,6 Guncang Talaud, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami di Sulut dan Papua

Salah satu saksi, KH (15), pelajar SMA Negeri 1 Pineleng, mengaku rombongannya diserang tanpa terduga. “Kami ada lima orang, waktu lewat depan gereja tiba-tiba teman saya yang di belakang dipukul sama anak-anak AAS lain. Saya sempat melerai, tapi sudah banyak yang datang, mungkin lebih dari 20 orang,” tutur KH kepada petugas.

Korban pemukulan, ZN (16), pelajar SMK Negeri 2 Manado, melaporkan dirinya mendapat pukulan dan lemparan batu, serta motornya mengalami kerusakan. “Kami dari Manado mau ke rumah teman di Tomohon, pas di depan gereja tiba-tiba diserang. Saya kena pukul dan dilempar batu, terus kami lari minta tolong warga,” ujarnya.

Diduga, insiden pemukulan ini merupakan buntut dari pertikaian antara kelompok AAS Pineleng dan AAS Tinoor yang terjadi sehari sebelumnya.

Baca Juga: Arena Diduga Judi di Pasar Malam Mopuya Masih Beroperasi, Warga Pertanyakan Ketegasan Aparat

Petugas Polsek Pineleng yang menerima laporan masyarakat segera merespons cepat dengan mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengamankan sejumlah remaja yang terlibat dalam aksi tersebut.

Kapolsek Pineleng AKP Donald Rumani didampingi Kasi Humas Iptu Agus Haryono melalui keterangan resminya menjelaskan bahwa pihaknya telah mengambil langkah pembinaan. Semua pelajar yang terlibat dipanggil, dan orang tua mereka diminta hadir untuk membuat pernyataan agar kejadian serupa tidak terulang.

“Kami sudah lakukan pembinaan terhadap anak-anak yang terlibat, dan memanggil orang tua mereka. Kami minta ini jadi pelajaran bersama,” ujar Kapolsek, sekaligus mengumumkan peningkatan patroli di wilayah rawan untuk mencegah aksi balasan atau bentrokan susulan antar kelompok remaja.

Ingin mendapatkan berita terkini seputar kasus kriminal, keamanan, dan isu-isu di Sulawesi Utara? Kunjungi sulutzone.com sekarang juga!

Tags

Terkini