Sulutzonecom -- Sebuah aksi heroik terjadi di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Petugas Imigrasi berhasil menggagalkan keberangkatan seorang terduga pelaku penculikan dan pemerasan terhadap seorang warga negara (WN) Ukraina.
Pada Kamis malam, 30 Januari 2025, petugas Imigrasi Bandara Ngurah Rai mencurigai seorang calon penumpang bernama Khasan Askhabov yang akan terbang ke Dubai. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, diketahui bahwa Askhabov merupakan salah satu dari sembilan terduga pelaku penculikan dan pemerasan terhadap Igor Iermakov, seorang WN Ukraina.
"Sebelumnya dari Imigrasi Ngurah Rai di keberangkatan mendapatkan informasi bahwa akan melintas seorang dengan paspor Rusia dan untuk nama tersebut merupakan DPO Polda Bali kami lakukan penundaan keberangkatan," kata Ida Bagus Yogi Pranaditha, Supervisor Riksa 4 Imigrasi Bandara Ngurah Rai.
Kasus ini bermula pada 15 Desember 2024, ketika Iermakov menjadi korban penculikan dan pemerasan di kawasan Kuta Selatan, Bali. Korban diadang oleh sekelompok orang berpakaian serba hitam dan bersenjata yang kemudian menculik dan menyekapnya di sebuah vila.
Di vila tersebut, para pelaku memaksa Iermakov untuk membuka akses ponsel dan dompet kripto miliknya. Akibat kejadian tersebut, korban menderita kerugian hingga mencapai Rp3,2 miliar.
Pihak kepolisian menduga kasus ini merupakan bagian dari kejahatan terorganisir yang menargetkan individu dengan aset digital. Penangkapan Askhabov di Bandara Ngurah Rai menjadi bukti bahwa pihak berwenang tidak akan tinggal diam dalam menghadapi kejahatan semacam ini.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu berhati-hati dan waspada terhadap potensi kejahatan. Pihak kepolisian juga mengimbau agar masyarakat segera melaporkan segala aktivitas mencurigakan kepada pihak berwajib.