Melonguane. Sulutzone.com – Dalam rangka mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat, Koramil Melonguane jajaran Kodim 1312/Talaud menggelar kegiatan Nonton Bareng (Nobar) Gembira Piala Dunia 2026 bersama masyarakat di Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud.
Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana aman, tertib, dan penuh keakraban. Anggota TNI bersama masyarakat dari berbagai kalangan tampak antusias menyaksikan jalannya pertandingan Piala Dunia 2026, sekaligus menjadikan momen tersebut sebagai ajang mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan.
Selain menjadi sarana hiburan, kegiatan nobar juga menjadi wadah komunikasi sosial yang efektif antara TNI dan masyarakat. Melalui kebersamaan ini diharapkan semakin tumbuh rasa persatuan, kekompakan, serta semangat gotong royong dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.
Antusiasme masyarakat yang tinggi menunjukkan eratnya hubungan antara TNI dan warga. Kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan ini menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat sebagai kekuatan utama dalam mendukung terciptanya wilayah yang aman, damai, dan kondusif.
Artikel Terkait
Wujud Nyata Manunggal TNI-Rakyat: Kodim 1312/Talaud Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Bantuan Sembako untuk Warga Desa Ambela
Tim Paduan Suara Sulut Dominasi Pesparawi Nasional XIV Manokwari, Sabet Juara Umum!
Tanamkan Kedisiplinan, Babinsa Koramil 03 Beo Menanamkan rasa cinta tanah di sekolah SD sprictural bengel
Dandim 1312/Talaud Serahkan Motor Listrik kepada Satgas Terdepan dan Instansi di Miangas
Pastikan Aktivitas Bongkar Muat Aman, Babinsa Laksanakan Pemantauan Kapal Penumpang di Pelabuhan
TNI AD dan masyarakat Kabaruan bersatu dalam semangat kebersamaan melalui Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026
Tingkatkan Kemandirian, WBP Lapas Perempuan Kelas IIB Manado Dilatih Membuat Batik Roll Cake
Perkuat Sinergi Penegakan Hukum dan Tata Kelola Pemerintahan: Kajati Sulut Jacob Pattipeilohy Tiba di Talaud, Disambut Kehormatan Adat
Suatu Kehormatan Bagi Bumi Porodisa: Pemda Talaud Sambut Hangat Kedatangan Kajati Sulut Jacob Pattipeilohy
Dari 1839 Desa Tinggal 8 Desa di Sulut yang Belum Dialiri Listrik