Tingkatkan Kemandirian, WBP Lapas Perempuan Kelas IIB Manado Dilatih Membuat Batik Roll Cake

photo author
Stefanus Goni, Sulut Zone
- Senin, 29 Juni 2026 | 16:54 WIB
Lapas Perempuan Manado di Tomohon Gelar Pelatihan Pembuatan Cake dan Cookies (Dok. Istimewa/Lapas Perempuan Tomohon)
Lapas Perempuan Manado di Tomohon Gelar Pelatihan Pembuatan Cake dan Cookies (Dok. Istimewa/Lapas Perempuan Tomohon)

TOMOHON, SULUTZONE.COM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIB Manado terus menunjukkan komitmen nyata dalam memberdayakan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Kali ini, para WBP dibekali keterampilan tata boga melalui pelatihan pembuatan Batik Roll Cake yang inovatif dan bernilai ekonomis tinggi.

Kegiatan pembinaan kemandirian ini berlangsung khidmat dengan menghadirkan instruktur spesial, yakni Kepala Lapas (Kalapas) Perempuan Kelas IIB Manado, Patta Helena. Kehadiran langsung pimpinan di tengah-tengah warga binaan memberikan motivasi dan semangat tersendiri bagi para peserta.

Baca Juga: TNI AD dan masyarakat Kabaruan bersatu dalam semangat kebersamaan melalui Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026

Teknik Pembuatan Batik Roll Cake yang Profesional

Dalam pelatihan tersebut, Patta Helena membimbing para WBP secara detail melalui setiap tahapan teknis. Mulai dari peracikan adonan kue yang pas, teknik melukis motif batik di atas permukaan bolu, hingga proses menggulung kue agar menghasilkan tekstur yang lembut serta tampilan visual yang menarik.

"Pelatihan ini bukan sekadar membuat kue, tetapi kami mengajarkan teknik yang memiliki nilai jual tinggi. Batik Roll Cake ini adalah produk kreatif yang saat ini banyak diminati pasar," ujar Patta Helena di sela-sela kegiatan.

Ia menambahkan, kesabaran dan ketelitian yang diterapkan selama pelatihan diharapkan dapat membentuk karakter WBP yang lebih disiplin dan kreatif dalam melihat peluang usaha.

Baca Juga: Pastikan Aktivitas Bongkar Muat Aman, Babinsa Laksanakan Pemantauan Kapal Penumpang di Pelabuhan

Bekal Ekonomi untuk Masa Depan

Program pembinaan di Lapas Perempuan Manado ini dirancang khusus sebagai bekal keterampilan bagi WBP agar mereka memiliki kemandirian ekonomi setelah kembali ke masyarakat. Dengan menguasai keahlian tata boga, diharapkan para mantan warga binaan nantinya mampu membuka usaha mandiri atau berwirausaha, sehingga dapat meningkatkan taraf hidup mereka.

"Harapan kami, setelah keluar nanti, mereka tidak lagi bingung mencari pekerjaan. Keterampilan ini bisa menjadi modal utama untuk mereka berkarya, mandiri secara ekonomi, dan meningkatkan kepercayaan diri untuk memulai kehidupan yang lebih baik," pungkasnya.

Program pelatihan ini menjadi bukti nyata bahwa Lapas Perempuan Kelas IIB Manado terus berupaya melakukan transformasi pembinaan yang produktif, berkelanjutan, dan relevan dengan kebutuhan pasar saat ini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dedy Dagomes Manlesu

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X