Wabup Anisya Gretsya Bambungan Buka “Gebyar Literasi Porodisa 2026”: Jadikan Cerita Rakyat sebagai Benteng Identitas di Era Digital

photo author
Nelson Sangadi, Sulut Zone
- Kamis, 28 Mei 2026 | 07:57 WIB
Wakil Bupati Talaud Anisya Gretsya Bambungan, SE, menyampaikan Sambuat dalam.giat (Nelson Sangadi)
Wakil Bupati Talaud Anisya Gretsya Bambungan, SE, menyampaikan Sambuat dalam.giat (Nelson Sangadi)

Melonguane, Sulutzone.com – Wakil Bupati Kepulauan Talaud, Anisya Gretsya Bambungan, SE, secara resmi membuka kegiatan Lomba Bertutur Tingkat SD/MI Se-Kabupaten Kepulauan Talaud Tahun 2026. Acara yang menjadi puncak dari rangkaian program "Gebyar Literasi Porodisa Tahun 2026" ini digelar di Melonguane pada Senin (25/5/2026) dan diinisiasi oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kepulauan Talaud.

Kehadiran Wabup Anisya didampingi oleh Ketua Cabang 7 Daerah Kodaeral VIII GJK RI. Ny. Andien Z. Sanggel, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Kepulauan Talaud, Selni Papalapu, serta jajaran Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Kepala Sekolah, guru, orang tua, dewan juri, dan ratusan siswa-siswi peserta lomba.

Dalam sambutan tertulisnya, Wabup Anisya menyoroti tantangan besar yang dihadapi generasi muda saat ini, yaitu lunturnya identitas budaya akibat gempuran era digital. Ia menilai Lomba Bertutur bukan sekadar kompetisi, melainkan strategi strategis untuk melestarikan "jiwa" masyarakat Talaud.

“Di tengah derasnya arus informasi digital, kita harus tetap menjaga identitas budaya. Lomba Bertutur adalah langkah tepat agar generasi muda tetap mengenal, mencintai, dan melestarikan cerita-cerita rakyat khas Porodisa yang sarat akan nilai kehidupan, pesan moral, dan identitas pembentuk karakter,” tegas Wabup Anisya.

Ia menambahkan bahwa melalui seni bertutur, anak-anak tidak hanya belajar sejarah lokal, tetapi juga melatih kepercayaan diri, keberanian tampil di depan umum, serta menumbuhkan minat baca yang kritis terhadap warisan leluhur mereka.

Menyemangati para peserta, Wabup Anisya mengajak seluruh siswa SD/MI untuk mengikuti kompetisi dengan sukacita dan semangat tinggi.

“Ikutilah lomba ini tanpa rasa takut untuk berekspresi. Biarkan suara kalian menjadi medium bagi cerita-cerita indah dari tanah Porodisa untuk terus hidup dan didengar,” pesannya.

Pemerintah Daerah berharap ajang ini akan melahirkan generasi muda Talaud yang tidak hanya mahir dalam teknik bertutur, tetapi juga memiliki rasa kepemilikan (sense of belonging) yang kuat terhadap budaya daerah, sehingga mampu meneruskan estafet warisan budaya kepada generasi berikutnya.

Keberhasilan penyelenggaraan Gebyar Literasi Porodisa 2026 menunjukkan sinergi positif antara Pemerintah Daerah, institusi pendidikan, organisasi wanita, dan komunitas masyarakat. Hal ini menegaskan komitmen Pemkab Kepulauan Talaud dalam menempatkan literasi dan kebudayaan sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia yang berkarakter.

Acara pembukaan berlangsung khidmat dan meriah, ditandai dengan pemukulan gong sebagai simbol dimulainya babak penyisihan lomba bertutur yang diikuti oleh perwakilan sekolah-sekolah dari berbagai kecamatan di Kabupaten Kepulauan Talaud.

Gebyar Literasi Porodisa adalah program tahunan yang digagas oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kepulauan Talaud untuk meningkatkan indeks literasi masyarakat, khususnya anak-anak, sekaligus melestarikan kekayaan budaya lisan daerah melalui berbagai kegiatan kreatif dan edukatif.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Nelson Sangadi

Sumber: Biro Talaud Sulut Zone

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X