SULUTZONE.COM, JAKARTA – Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri mengambil langkah tegas untuk mengakhiri simpang siur keterangan dalam kasus peredaran gelap narkotika yang menyeret oknum aparat. Penyidik kini melakukan pemeriksaan secara konfrontir antara bandar besar Erwin Iskandar alias Ko Erwin dengan mantan Kasat Resnarkoba Polres Bima Kota, AKP Malaungi.
Langkah ini diambil setelah penyidik menemukan adanya ketidakcocokan antara kesaksian para tersangka. Dengan mempertemukan mereka secara langsung, polisi berharap dapat meruntuhkan alibi yang sengaja dibangun untuk menutupi jejak jaringan ini.
"Sekarang ada di pemeriksaan Bareskrim untuk konfrontir masing-masing kesaksian," jelas Dirtipid Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso, Jumat (27/2/2026).
Tidak hanya melibatkan kedua sosok utama tersebut, Bareskrim Polri juga memboyong lima tersangka lain yang masuk dalam klaster peredaran narkoba bentukan Polda NTB. Kelima tersangka tersebut adalah Irfan, Herman, Yusril, Anita, dan Ais.
Kehadiran mereka di Jakarta menjadi krusial karena masing-masing memiliki peran berbeda dalam rantai distribusi yang dikendalikan oleh Ko Erwin. Brigjen Pol. Eko menegaskan bahwa pemeriksaan ini sangat diperlukan karena keterangan yang beredar selama ini masih dianggap versinya masing-masing.
“Inikan simpang siur ya, semua ngomong versinya masing-masing,” tambah sang Jenderal bintang satu tersebut.
Fokus utama dari pemeriksaan konfrontir ini bukan sekadar membuktikan peredaran barang haram, melainkan menyasar aliran dana (money laundering) yang dihasilkan dari bisnis narkoba tersebut. Penyidik tengah mendalami dugaan setoran rutin dari Ko Erwin kepada AKP Malaungi yang ditengarai juga mengalir ke pihak lain bernama Didik Putra Kuncoro.
Bareskrim ingin memastikan kebenaran besaran dana yang mengalir dan bagaimana mekanisme "upeti" tersebut diberikan agar jaringan ini bisa terus beroperasi tanpa tersentuh hukum di wilayah NTB selama ini.
Keterangan yang kuat dari hasil konfrontasi ini nantinya akan menjadi bukti kunci untuk menjerat semua pihak yang terlibat dalam konspirasi narkoba tersebut.
Ingin mengetahui lebih dalam mengenai hasil pemeriksaan konfrontir AKP Malaungi, update nasib para bandar narkoba klaster NTB, hingga komitmen Polri dalam bersih-bersih internal? Segera kunjungi sulutzone.com sekarang juga!
Artikel Terkait
Polresta Manado Gelar Tes Urine Mendadak Pastikan Seluruh Anggota Bebas Dari Jeratan Narkoba
Wujudkan Indonesia Asri, Sinergi TNI-Polri dan Pemdes Bersihkan Kawasan Strategis Miangas Talaud
Wujudkan Ketahanan Pangan, Polsek Essang Gelar Penanaman Jagung Bersama Petani di Batumbalango Talaud
Cap Go Meh Manado 2026: Rute, Sejarah, dan Makna di Balik Pasiar Tapikong
GMIM Kalvari Pineleng Jadi Pusat Kegiatan PHRG Wilayah Tahun 2026, Jecky Pangalila : Ini Upaya Membangun Persekutuan yang Hidup
Puasa Ramadan 2026: Bukan Sekadar Menahan Lapar, Ini Manfaat Medis dan Tips Tetap Produktif Saat Bekerja
Bina Kemanunggalan TNI-Rakyat Babinsa Koramil 1312-05/Essang Ikut Gotong royong timbun pondasi Rumah
Babinsa Koramil 1312-08/Melonguane Talaud Dampingi Penyaluran Beras Bantuan Pangan di Kelurahan Melonguane Timur
Janji Gaji Sepuluh Juta Berujung Prostitusi Online Polda Banten Bongkar Praktik TPPO di Kost Inang Serang
Mesin Rusak dan Terdampar di Lautan Personel Ditpolairud Polda Sulut Berhasil Selamatkan Nelayan Bitung