MINAHASA - Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Tateli, Minahasa, kembali berulah. Meskipun pernah mendapat sanksi penutupan sementara dari PT. Pertamina, praktik penyelewengan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar marak terjadi lagi, bahkan diduga kuat melibatkan pengawas SPBU.
Berdasarkan pantauan langsung di lokasi pada Senin (4/8/2025), aktivitas pengisian solar bersubsidi ke dalam jeriken dan puluhan truk pengepul terpantau berlangsung tanpa hambatan.
Kondisi ini menunjukkan bahwa sanksi yang diberikan Pertamina beberapa bulan lalu tidak memberikan efek jera sama sekali.
Seorang sopir truk pengepul yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan bahwa praktik curang ini sudah kembali berlangsung sejak sanksi Pertamina dicabut.
Ia secara terang-terangan menuding bahwa Anis, seorang Manajer di SPBU tersebut, adalah dalang utama di balik penyelewengan ini.
"Manager (Anis) juga ikut bermain. Dia punya dua mobil yang digunakan untuk menampung solar," ungkap sopir tersebut.
Menurut kesaksian sopir tersebut, penampungan solar bersubsidi itu dilakukan di sebuah rumah panggung yang lokasinya tak jauh dari SPBU Tateli.
Kasus ini jelas sangat merugikan masyarakat, yang seharusnya menjadi prioritas utama penerima subsidi.
Berulangnya praktik penyelewengan ini seharusnya menjadi perhatian serius bagi Kapolda Sulawesi Utara dan PT. Pertamina.
Diperlukan tindakan tegas dan sanksi yang benar-benar memberikan efek jera agar praktik curang yang merampas hak masyarakat ini dapat dihentikan.
(Dede)
Artikel Terkait
Tewas Ditebas Celurit, Motif Pelaku Pembunuhan Pelajar SMK di Cibiru Diduga Karena Dendam Lama
Tinggalkan Juku Eja, Sulthan Zaky Resmi Berlabuh di Kamboja untuk Bela MOI Kompong Dewa FC
Kenangan Wakasau pada Sosok Marsma Fajar Adriyanto: Ceria, Ramah, dan Penuh Dedikasi untuk Olahraga Dirgantara
Viral, Video Pria Mengaku Polisi Diduga Intimidasi Pengemudi Mobil di Jakarta
Kecelakaan di Gowa: Mobil Pikap Angkut Rombongan Emak-emak Terguling, Warga Rekam Detik-detik Mencekam
Efektif Tekan Judi Online, PPATK Ungkap Pemblokiran Rekening Dormant Turunkan Angka Judol hingga 70 Persen
Gudang Narkoba Jaringan Thailand di Medan Digerebek, Polda Sumut Sita 26 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi
Dedi Mulyadi Beberkan Keluhan Ortu Siswa soal Biaya Study Tour: Gede Lho Itu, Bisa Habiskan Jutaan
Sebelum Diperiksa Polisi, Silfester Matutina Mengaku Sempat Ditelepon Jokowi terkait Kasus Ijazah Palsu
Tolak Anaknya Jadi Saksi Pihak Erin, Andre Taulany: Anak Tidak Boleh Ikut-ikutan Masalah Orang Tua