Terungkap, Potongan Kepala Korban Mutilasi Ditemukan di Trenggalek: Polisi Tangkap Pelaku Utama

photo author
Marlon Mondong, Sulut Zone
- Minggu, 26 Januari 2025 | 13:22 WIB
Uswatun Khasanah Korban Mutilasi
Uswatun Khasanah Korban Mutilasi

Sulutzonecom -- Penemuan potongan tubuh manusia kembali menghebohkan masyarakat Jawa Timur. Bagian kepala yang diduga milik korban mutilasi, Uswatun Khasanah (29), ditemukan di Desa Slawe, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Minggu (26/1) pagi. Kepala tersebut ditemukan dalam kondisi terbungkus plastik kresek putih di bawah sebuah jembatan kecil, tak jauh dari jalan provinsi.

Penemuan ini merupakan hasil kerja cepat tim gabungan Polres Trenggalek dan Tim Jatanras Polda Jatim. "Tim Jatanras meminta bantuan pencarian potongan tubuh korban, dan akhirnya ditemukan di wilayah Desa Slawe," ujar Kasat Reskrim Polres Trenggalek, AKP Eko Widiantoro. Potongan kepala itu sempat dibawa ke RSUD dr. Soedomo Trenggalek sebelum dikirim ke RS Bhayangkara Polda Jatim untuk autopsi dan pemeriksaan forensik lebih lanjut.

Sebelumnya, bagian kaki korban ditemukan di Ponorogo dan telah dievakuasi ke RSUD dr. Harjono Ponorogo untuk identifikasi. Penemuan potongan tubuh ini semakin memperjelas kejahatan mengerikan yang mengguncang masyarakat.

Di sisi lain, polisi berhasil menangkap pelaku utama kasus mutilasi ini. Pelaku, yang diidentifikasi berinisial A, ditangkap pada Minggu dini hari. Meski demikian, polisi masih merahasiakan hubungan pelaku dengan korban serta motif pembunuhan sadis ini. "Detail mengenai pelaku dan motifnya masih dalam proses pemeriksaan," jelas Dirreskrimum Polda Jatim, Kombes Pol M Farman.

Kasus ini pertama kali terungkap setelah mayat korban ditemukan di dalam koper merah di Ngawi. Penemuan tersebut memicu penyelidikan intensif oleh pihak kepolisian hingga akhirnya berhasil mengidentifikasi korban, menemukan potongan tubuh lainnya, dan menangkap pelaku.

Publik kini menanti hasil penyelidikan lebih lanjut dari Polda Jatim, termasuk motif yang melatarbelakangi tindakan keji ini. Kasus ini menjadi pengingat penting akan bahaya kekerasan ekstrem yang bisa terjadi di sekitar kita. Polisi diharapkan dapat memberikan jawaban yang komprehensif dan memastikan keadilan ditegakkan untuk korban.

Dengan berlanjutnya proses hukum, diharapkan kasus ini dapat diusut tuntas sehingga memberikan keadilan bagi keluarga korban serta menjadi peringatan keras untuk kejahatan serupa di masa depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Marlon Mondong

Sumber: kumparan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X