SULUTZONE - Detasemen Jalamangkara (Denjaka) adalah sebuah detasemen penanggulangan teror aspek laut TNI Angkatan Laut.
Didalam Denjaka ini, ada istilah yang menarik perhatian, yakni kalimat 'Hantu Laut".
Istilah Hantu Laut ini sering muncul di media sosial yang disuarakan oleh para prajurit Denjaka sendiri.
Baca Juga: Cek Fakta : Benarkah Mata Katy Perry Rusak Karena Efek Vaksin Covid -19? Simak Penjelasannya
Lantas, apa sebenarnya makna dibalik kalimat Hantu Laut tersebut?
Dilansir dari akun twitter resmi TNI Angkatan Laut @_TNI_AL, Istilah “Hantu Laut” kerap disematkan untuk pasukan Denjaka mengingat kemampuannya yang sangat handal dalam menjaga kawasan laut Indonesia dari ancaman atau teror.
Tak jarang para prajurit Denjaka itu harus melakukan penyamaran demi menggagalkan sabotase atau pembajakan kapal, misalnya.
Baca Juga: Tips Hubungan Pasutri Langgeng, Terhindar Dari Perceraian
Bahkan dari akun twitter resmi TNI Angkatan Laut tesebut, disebutkan bahwa kemampuan 1 prajurit Denjaka setara dengan 1 batalion prajurit tempur biasa.
Untuk diketahui, Denjaka adalah satuan gabungan antara personel Kopaska dan Taifib Marinir TNI-AL.
Anggota Denjaka dididik di Bumi Marinir Cilandak, Jakarta Selatan dan harus menyelesaikan suatu pendidikan yang disebut PTAL (Penanggulangan Teror Aspek Laut).***