Jakarta, Sulutzone.com – PT PLN (Persero) mengumumkan langkah strategis dalam implementasi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) dengan memprioritaskan energi terbarukan. Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyatakan bahwa 75% tambahan kapasitas pembangkit listrik di Indonesia akan berbasis energi terbarukan dalam kurun waktu 10 tahun ke depan.
Hal tersebut disampaikan Darmawan dalam acara detikSore on Location di Anjungan Sarinah, Jakarta Pusat. Darmawan menjelaskan bahwa RUPTL baru telah ditandatangani oleh Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, sekitar tiga bulan sebelumnya.
Baca Juga: QRISTap Resmi Hadir di Pelabuhan Manado: BRI Akselerasi Digitalisasi Layanan Maritim
"Selama 10 tahun akan ada penambahan 69,5 GW additional capacity. Nah ini, 75% dari 69,5 GWh, ini arahan dari Pak Menteri sesuai dengan arahan dari Bapak Presiden, adalah berbasis pada energi baru terbarukan,” kata Darmawan.
Darmawan menekankan bahwa arah kebijakan ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi impor. Energi yang tadinya impor akan digantikan dengan energi yang berbasis pada sumber daya domestik, seperti angin, matahari, tenaga air, dan geotermal. Hal ini sejalan dengan tujuan swasembada energi.
Selain itu, PLN juga diminta untuk mengganti Bahan Bakar Minyak (BBM) yang mahal dengan sumber energi yang lebih murah, sehingga energi menjadi terjangkau (affordable), namun sistem kelistrikan tetap harus andal.
Baca Juga: QRISTap Resmi Hadir di Pelabuhan Manado: BRI Akselerasi Digitalisasi Layanan Maritim
Lebih lanjut, Darmawan menargetkan pada tahun 2029, seluruh daerah di Indonesia tidak lagi hidup dalam kegelapan. Ia memastikan semua daerah di Indonesia harus terang.
"Jadi di sini ada keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Bukan lagi hanya tulisan di atas kertas, tapi bentuk nyata yaitu setiap keluarga yang ada hidup di Indonesia harus di tahun 2029 harus hidup dalam terang,” pungkas Darmawan.