TOMOHON, sulutzone.com – Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lahendong yang beroperasi di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, menegaskan posisinya sebagai tulang punggung utama energi bersih di wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo (Sulutgo).
Dengan kapasitas terpasang 80 Mega Watt (MW), PLTP ini menjadi pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT) terbesar di Sulutgo dan memasok hampir seperlima dari total kebutuhan listrik sistem kelistrikan setempat.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa keberadaan PLTP Lahendong adalah bukti nyata komitmen jangka panjang PLN dalam transisi energi nasional.
Baca Juga: Unik! PLTP Lahendong Tomohon, Satu-satunya Pembangkit Panas Bumi di Wilayah Perkotaan Indonesia
“PLN berkomitmen mendukung transisi energi berbasis energi baru terbarukan menuju Net Zero Emissions. Melalui pengembangan berbagai sumber energi baru terbarukan, kami berupaya menghadirkan pasokan listrik yang andal, ramah lingkungan, dan berkelanjutan,” ujar Darmawan.
Dikelola oleh PT Indonesia Power (PLN IP), subholding PLN, PLTP Lahendong Unit 1-4 berkontribusi signifikan, bahkan melampaui kontribusi pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dan tenaga surya di Sulutgo.
H.S.M. Saragih, Manager Unit Layanan Pusat Listrik PLTP Lahendong PLN IP, menjelaskan peran vital pembangkit tersebut.
"Beban puncak sistem kelistrikan Sulutgo saat ini tercatat mencapai 490 MW. Dari jumlah itu, 18% suplai listrik dihasilkan oleh PLTP Lahendong," ungkap Saragih, Rabu (30/10/2025).
Menurut Saragih, kontribusi panas bumi di wilayah ini tidak hanya memperbesar porsi energi bersih, tetapi juga memastikan pasokan listrik tetap stabil dan andal bagi seluruh pelanggan di Sulutgo.
Beroperasi sejak Unit 1 mulai komersial pada tahun 2001, PLTP Lahendong telah menjadi pionir pengembangan panas bumi di kawasan timur Indonesia.
Pembangkit ini juga berperan aktif menyuplai listrik bersih untuk Renewable Energy Certificate (REC), yang mendukung agenda dekarbonisasi nasional dan menekan emisi karbon dari sektor kelistrikan.