TOMOHON, sulutzone.com – Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lahendong di Kota Tomohon, yang menjadi tulang punggung listrik bersih Sulawesi Utara dan Gorontalo (Sulutgo), ternyata memiliki karakteristik unik yang membedakannya dari PLTP lain di seluruh Indonesia.
Manager Unit Layanan Pusat Listrik PLTP Lahendong PLN IP, H.S.M. Saragih, mengungkapkan bahwa Lahendong adalah satu-satunya pembangkit panas bumi di Tanah Air yang beroperasi di wilayah perkotaan.
“PLTP Lahendong sangat unik karena berada di Kota. Di seluruh Indonesia, pembangkit panas bumi umumnya berada di kabupaten, kecamatan, atau desa. Lahendong satu-satunya di perkotaan, tepatnya di Kota Tomohon,” jelas Saragih di Tomohon, Rabu (30/10/2025).
Keunikan ini memperkuat pesan bahwa transisi menuju energi bersih dapat diwujudkan tanpa mengorbankan keseimbangan ekosistem maupun kenyamanan masyarakat perkotaan.
“PLTP Lahendong menjadi contoh konkret bahwa pembangkit panas bumi tidak hanya aman bagi lingkungan, tetapi juga bisa berdampingan dengan kehidupan perkotaan,” tambahnya.
Beroperasi selama lebih dari dua dekade, PLTP Lahendong Unit 1-4 yang dikelola oleh PT Indonesia Power (PLN IP) ini memiliki total daya terpasang 80 MW.
Baca Juga: Porprov XII Sulut: Richard Sualang Pastikan Seluruh Venue Siap Dukung 34 Cabor
Unit tertua, Unit 1, yang mulai beroperasi pada tahun 2001, hingga kini masih beroperasi maksimal setelah 25 tahun.
Keandalan ini membuktikan bahwa energi panas bumi dapat menjadi sumber listrik yang stabil dan berkelanjutan.
Dengan usianya yang panjang dan lokasinya yang strategis, PLTP Lahendong tidak hanya menopang 18% dari beban puncak sistem kelistrikan Sulutgo, tetapi juga menjadi simbol komitmen PLN dalam menghadirkan listrik yang andal, ramah lingkungan, dan mendukung agenda transisi energi nasional.
Dede