sulutzone.com -- Di tengah hiruk pikuk tugas penertiban pemakaian tenaga listrik (P2TL) yang digelar PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Manado pada Selasa, 29 April 2025, sosok Nikita Kalia mencuri perhatian. Sebagai seorang Srikandi PLN, Nikita tak hanya menjalankan tugasnya sebagai Team Leader Transaksi Energi Listrik Unit Layanan Pelanggan Tomohon, namun juga terjun langsung ke lapangan dalam kegiatan P2TL. Aksinya ini menjadi representasi nyata semangat Kartini di tubuh PLN, di mana perempuan membuktikan peran strategis mereka, bahkan dalam pekerjaan yang identik dengan teknis dan fisik.
Bagi Nikita, bekerja di lapangan dalam kegiatan P2TL adalah sebuah kehormatan. Ia menjadi bagian dari komitmen PLN untuk menegakkan ketertiban penggunaan tenaga listrik dan mendukung program pemerintah dalam memberantas pencurian listrik. Semangat emansipasi dan pemberdayaan perempuan yang diwariskan Kartini tercermin dalam dedikasi Nikita dan Srikandi PLN lainnya yang terus hadir memberikan layanan andal dan berkualitas bagi masyarakat.
"Tidak mudah memang, membangun kapasitas sebagai perempuan yang anggun, kuat, dan produktif, lalu langsung turun lapangan berkarya dan berperan aktif sebagai pejuang kelistrikan," ungkap Nikita, menggambarkan tantangan sekaligus kebanggaannya.
Revi Aldrian, Manager UP3 Manado, mengungkapkan bahwa keterlibatan Srikandi PLN seperti Nikita dalam kegiatan P2TL adalah langkah antisipatif yang penting, mengingat maraknya kasus penggunaan listrik secara tidak sah di wilayah kerjanya. "Kami terus mendorong agar para Srikandi dapat mengambil peran aktif dalam pemeriksaan di meteran rumah pelanggan," ujar Revi. Ia juga menekankan pentingnya bagi pelanggan untuk mengajukan kebutuhan layanan kelistrikan secara resmi melalui aplikasi PLN Mobile dan mengingatkan bahaya penggunaan listrik ilegal yang berpotensi menyebabkan korsleting dan kebakaran.
Apresiasi tinggi atas dedikasi dan keberanian para Srikandi PLN juga disampaikan oleh General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan Gorontalo, Atmoko Basuki. "Kami bangga melihat semangat Srikandi PLN yang turut berada di garda terdepan dalam pelaksanaan P2TL. Ini menunjukkan bahwa peran perempuan dalam PLN tidak hanya terbatas di sektor administrasi, tetapi juga aktif di lapangan, mendukung ketertiban dan keselamatan kelistrikan," tuturnya.
Dalam setiap aksinya di lapangan, Nikita dan tim P2TL tidak hanya melakukan pemeriksaan instalasi listrik dan verifikasi kWh meter, tetapi juga memberikan edukasi kepada pelanggan tentang bahaya dan konsekuensi hukum pencurian listrik. Kehadiran Srikandi PLN dalam kegiatan ini menjadi simbol komitmen PLN dalam mengedepankan kesetaraan gender di lingkungan kerja.
Bagi Nikita, menjalankan tugas ini adalah sebuah kebanggaan tersendiri. "Memastikan listrik andal serta melihat wajah bahagia masyarakat membuat saya bersyukur. Setidaknya hal kecil yang saya lakukan dapat bermanfaat," ungkapnya dengan tulus. Ia pun mengajak masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam menjaga keamanan listrik dengan melaporkan potensi penggunaan listrik ilegal melalui aplikasi PLN Mobile.
Kisah Nikita Kalia, Srikandi PLN yang berdedikasi di garda depan penertiban listrik, adalah cerminan semangat Kartini yang terus hidup dalam setiap perempuan Indonesia. Dedikasi dan profesionalismenya tak hanya menerangi rumah-rumah pelanggan, tetapi juga menginspirasi kesetaraan dan pemberdayaan perempuan di sektor energi.