SULUTZONE.COM – Hasil Skor dan Status Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota secara Nasional kembali menjadi sorotan tajam.
Khususnya bagi Sulawesi Utara (Sulut), hasil yang menempatkan provinsi ini di jajaran bawah memicu kekecewaan publik dan desakan evaluasi serius.
Berdasarkan data yang dirilis Mendagri saat Pemaparan bersama Menkeu RI, beberapa waktu lalu, menempatkan Provinsi Sulut terperosok di peringkat ke-30 dari 33 provinsi, dengan status kinerja dikategorikan Rendah.
Menurut data terlampir mengenai Skor dan Status Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mencatatkan skor 2,0202 dan berada di urutan ke-30. Status ini berada di kategori Rendah, setingkat di atas Provinsi Papua Barat (2,0063), Maluku Utara (1,5041), dan Sulawesi Barat (1,3978) yang berstatus Sangat Rendah.
Angka ini sangat jauh tertinggal dari provinsi-provinsi di posisi teratas yang menyandang status Tinggi, seperti:
* Provinsi DKI Jakarta (Skor 3,6684)
* Provinsi Jawa Barat (Skor 3,6672)
* Daerah Istimewa Yogyakarta (Skor 3,6645)
Menanggapi "raport merah" ini, pengamat kebijakan publik Taufik Tumbelaka menyampaikan pandangannya kepada sulutzone.com.
Menurutnya, hasil Skor dan Status Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah tersebut sudah sepatutnya menjadi perhatian serius dari Duet Pemimpin Sulut, Gubernur dan Wakil Gubenur (Wagub) Sulawesi Utara (Sulut), Yulius - Victor, guna menjadi salah satu acuan dalam rangka meningkatkan roda pemerintahan.
Baca Juga: Sangat Lucu! Denny Mangala Bisa Lolos dari Jerat Hukum Kasus Hibah GMIM, Malah Jadi Juru Bicara YSK
"Posisi Sulut di ranking bawah atau nomer 30 dari 33 daerah dengan masuk kategori rendah, tentu hal ini sangat mengecewakan," ujar Taufik Tumbelaka.
Ia mengakui adanya sejumlah permakluman, seperti Duet Yulius - Victor yang belum genap 1 tahun menjabat, atau adanya masa peralihan/transisi dari pemerintahan yang berbeda selama 1 dekade, di mana susunan "kabinet" saat ini masih merupakan warisan pemerintahan yang lalu.
"Namun tentunya hal ini tetap perlu didalami serta mendapat perhatian serius sebagai bentuk evaluasi internal," tegasnya.
Artikel Terkait
Peringati HUT ke-72 PELPRIP GPdI Sulut, Bupati Talaud Welly Titah: Pria Kristen Harus Jadi Imam dalam Keluarga"
Tindak Lanjut Video Viral "Acid Suruan Pantow": Berry Bertrandus Resmi Laporkan Akun Media Sosial ke Polda Sulut
PLN UP2B Sistem Minahasa Bersama Yayasan Muda Bakti Nusantara Latih Siswa SMK Kristen 1 Tomohon Konversi Motor Listrik Lewat Program TJSL
Perkuat Hubungan Bilateral, Dubes Australia Kunjungi Wali Kota Andrei Angouw
The Right Man in The Right Place: Richard Sualang Lantik Pejabat Administrator dan Pengawas
Janji Tertepati! Mendagri Tito Karnavian Serahkan Kapal Klinik Laut Baznas, Warga Talaud Kini Punya 'Rumah Harapan'"
Tetty Paruntu dan PG Sulut Bisa Jadi Jembatan Komunikasi Kebijakan TKD ke Pemerintah Pusat
Jadi Salah Satu Menteri dengan Kinerja Baik Versi ARCI, FORMID Nilai Kepemimpinan Bahlil Sangat Baik
"Wabup Talaud, Anisya Gretsya Bambungan Apresiasi Imigrasi Tahuna, Tekankan Pentingnya 'Semangat Kolaborasi' Jaga Perbatasan"
PERCASI Kotamobagu Sukses Gelar Musda: Novarisal Binjidan Terpilih Aklamasi, Fokus Pembinaan Atlet Muda