MANADO, SulutZone— Wajah Kota Manado mendadak berubah.
Tumpukan sampah kini terlihat menggunung, menghiasi berbagai sudut kota dan ruas jalan utama, memicu kekhawatiran warga bahwa ibukota Sulawesi Utara ini terancam menjadi "Kota Sampah."
Dari pantauan awak media, pada 25 September 2025, Penumpukan yang paling mencolok terpantau di beberapa lokasi, seperti di kawasan Sario, tepatnya di lorong samping GMAHK, di mana pemandangan jorok ini seakan menjadi hal lumrah.
Situasi serupa juga dilaporkan terjadi di daerah Singkil, menimbulkan bau tak sedap dan keresahan di kalangan masyarakat.
Baca Juga: Cara PLN Rayakan HUT ke-61 Sulut : 61 Keluarga Prasejahtera Dapat Sambungan Listrik Gratis
Blokade TPA Sumompo Jadi Biang Keladi
Kondisi darurat sampah ini bukan disebabkan oleh kerusakan armada, melainkan kuat dugaan merupakan imbas langsung dari aksi demonstrasi dan pemblokiran akses ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumompo, di Kecamatan Tuminting.
Aksi yang dimotori oleh warga lingkar TPA ini diketahui merupakan bentuk protes atas rencana pembangunan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) di lokasi tersebut.
Penutupan portal TPA membuat truk-truk sampah Kota Manado tidak dapat membuang muatannya, yang secara otomatis melumpuhkan seluruh rantai pengangkutan sampah di kota.
Baca Juga: HUT ke-61 Sulawesi Utara: Taufik Tumbelaka Dorong Pejabat dan Birokrat Jadikan Momen Otokritik dan Tinggalkan 'Cari Muka'
Pertanyaan Kritis untuk DLH: Minim Mitigasi Darurat?
Meluasnya tumpukan sampah secara cepat ini sontak memunculkan pertanyaan kritis mengenai kesiapan Pemerintah Kota Manado. Apakah kondisi ini menjadi bukti bahwa Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Manado tidak mempunyai mitigasi yang tepat jika terjadi keadaan darurat seperti pemblokiran TPA?
Sebagai sektor vital, pengelolaan sampah seharusnya memiliki sistem tanggap darurat (Plan B) untuk mengantisipasi gangguan operasional di TPA. Kegagalan menyediakan solusi sementara atau lokasi penampungan alternatif yang cepat dituding sebagai penyebab kekacauan kebersihan ini.
Sementara itu, dugaan lain yang beredar di masyarakat—apakah penumpukan ini merupakan cara pemerintah "membalas protes warga"—tampaknya tidak berdasar, mengingat tumpukan sampah merugikan masyarakat luas dan Pemkot Manado sendiri.
Baca Juga: Para Siswa di SMKN 1 Manado Sakit Perut, Setelah Konsumsi MBG
Sampai berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi atau langkah konkret yang jelas dari DLH Kota Manado mengenai penanganan darurat sampah di jalanan.
Artikel Terkait
Sinergi Polri dan Pemerintah: Kapolresta Manado Hadiri Rapat Paripurna DPRD Kota
Strategi Polri Presisi: Kualitas Layanan Publik dan Inovasi Digital Dibahas di Forum Belajar
Catatan Kritis di Upacara HUT ke-61 Sulut : Para Kepala Daerah Terkesan Dikesampingkan
Bupati Talaud, Welly Titah Sabet Penghargaan Bergengsi "Digital Tax Champion 2025"
Bupati Wely Titah dan Jajaran DPRD Rapat Khusus dengan PLN Suluttenggo, Targetkan Listrik Talaud Kembali Normal
Talaud Aman Terkendali: Sinergi TNI-Satpol PP Perkuat Keamanan Jelang HUT TNI ke-8
Perbaikan Jalan Nasional di Bitung, BPJN Sulawesi Utara Wujudkan Akses Lancar dan Aman
Cara PLN Rayakan HUT ke-61 Sulut : 61 Keluarga Prasejahtera Dapat Sambungan Listrik Gratis
Para Siswa di SMKN 1 Manado Sakit Perut, Setelah Konsumsi MBG
HUT ke-61 Sulawesi Utara: Taufik Tumbelaka Dorong Pejabat dan Birokrat Jadikan Momen Otokritik dan Tinggalkan 'Cari Muka'