Ngeri!!! Nama Ibunda Presiden Prabowo Subianto Dijadikan Candaan Anggota DPRD Sulut dari PDIP, Gerindra Sulut Mana Suaranya?

photo author
Dedy Dagomes Manlesu, Sulut Zone
- Senin, 7 Juli 2025 | 15:32 WIB
Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia (Ist)
Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia (Ist)

MANADO – Sebuah candaan yang dilontarkan anggota DPRD Sulawesi Utara dari Fraksi PDIP, Vonny Paat, terkait singkatan ODSK kini menjadi sorotan tajam dan memicu kemarahan publik, terutama setelah nama ibunda Presiden Prabowo Subianto, Dora Sigar, ikut terseret.

Insiden ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai sikap Gerindra Sulut terhadap pelecehan nama seorang tokoh yang dihormati, khususnya yang memiliki ikatan keluarga dengan pucuk pimpinan negara.

Candaan Vonny Paat Picu Amarah Keluarga Sigar-Maengkom, Tuntut Permohonan Maaf

Kontroversi bermula saat Vonny Paat, yang juga Ketua Komisi IV DPRD Sulut, dalam konferensi pers pada Kamis (3/6/2025) di Gedung DPRD Sulut, mencoba memplesetkan singkatan ODSK yang merujuk pada nama RSUD.

"Jadi ODSK itu bukan nama yang mewakili seseorang atau pribadi tapi ODSK adalah (singkatan) Optimalisasi Daerah Sehatkan Keluarga, dan bisa saja Oma Dora Sigar Kawanua. Ini bersenda gurau neh," ujar Paat, disambut tawa.

Candaan ini langsung memicu reaksi keras dari Rukun Keluarga Sigar-Maengkom. Siska Saerang, perwakilan keluarga dari Langowan, Minahasa, menyatakan keberatan mendalam.

"Atas nama Rukun Sigar-Maengkom, menanggapi penyampaian Anggota DPRD Provinsi Sulut Vonny Paat yang memplesetkan singkatan ODSK dengan membawa-bawa nama dari ibu Presiden RI Dora Sigar menjadi Oma Dora Sigar Kawanua... menurut kami Keluarga Sigar-Maengkom adalah perbuatan yang tidak pantas dilakukan oleh seorang anggota legislatif yang harusnya memberikan contoh yang baik kepada masyarakat,” tegas Siska pada Minggu (6/7/2025).

Keluarga Sigar-Maengkom, melalui Siska Saerang dan juga pengacara Jean Christine Maengkom, menuntut Vonny Paat untuk mencabut pernyataannya dan meminta maaf secara terbuka. Jika tidak diindahkan, mereka mengancam akan melaporkan kasus ini ke Badan Kehormatan (BK) DPRD Provinsi untuk diproses sesuai kode etik.

Kritik Pedas dari Internal DPRD: "Tidak Etis dan Tidak Pantas"

Kritik pedas juga datang dari internal DPRD Sulut. Ketua Komisi I, Braien Waworuntu, sangat menyayangkan ucapan Vonny Paat.

Ia menegaskan bahwa sebagai wakil rakyat, seorang politisi harus lebih bijak dan mampu memilah perkataan, apalagi saat disampaikan di ruang publik.

"Apalagi disampaikan dalam ruang publik. Anggota DPRD harusnya bisa memilah perkataan yang disampaikan, mana yang baik dan mana kurang baik,” ucap Braien pada Minggu (6/7/2025).

Waworuntu juga secara eksplisit meminta Vonny Paat untuk segera memberikan klarifikasi publik, mengingat candaan tersebut menyangkut nama besar keluarga Presiden.

"Semoga ini menjadi pembelajaran bagi kita semua,” imbuhnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dedy Dagomes Manlesu

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X