SulutZone.com - Bumi, rumah kita yang luar biasa ini, menjadi saksi bisu atas segala tindakan kita sebagai manusia.
Sebuah tempat tinggal yang telah memberi kita kehidupan, keberlanjutan, dan keindahan, namun seringkali kita lalai dalam menjaga kelestarian lingkungannya.
Salah satu cara yang paling sederhana namun sering diabaikan adalah membuang sampah pada tempatnya.
Baca Juga: Ektabilitas Wenny Lumentut Melambung Tinggi di Kota Tomohon Kalahkan Petahan Caroll Senduk
Sulawesi Utara, sebuah provinsi yang dikenal dengan keindahan alamnya, belakangan ini menunjukkan adanya peningkatan permasalahan lingkungan.
Salah satunya para pengendara mobil dan motor yang membuang sampah sembarangan di jalan.
Aksi tersebut tentunya menimbulkan pencemaran lingkungan yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.
Wahyuningsih Sutrisno, S.Pd.I., M.Pd., Mentor WCD Sulawesi Utara, dan seorang aktivis lingkungan, mengingatkan bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari hal-hal kecil. Senin, (22/04/2024).
Menurutnya, buang sampah pada tempatnya adalah langkah awal yang bisa dilakukan setiap orang.
Baca Juga: Pesan Dosen HI-UBM Untuk Para Kartini.
"Lebih baik mengumpulkan sampah di wadah kemudian ketika mendapatkan tempat sampah lalu kemudian di buang," ujar Wahyuningsih.
Momentum memperingati Hari Bumi sedunia dapat menjadi kesempatan emas untuk memulai perubahan.
Hari ini bukan hanya sekadar peringatan, tetapi juga sebagai pengingat kepada diri kita dan orang lain untuk terus menjaga lingkungan.
Artikel Terkait
Simak Penutupan Bandara Sam Ratulangi
Simak 10 Kampus Top Rank di Sulawesi Utara
Jajaran Pemkot Manado Serahkan Bantuan Untuk Korban Erupsi Gunung Ruang
Pemkot Kotamobagu Salurkan Bantuan Bagi Korban Erupsi Gunung Ruang
Pemkab Bolmong Siap Salurkan Bantuan ke Tagulandang
MJLW Terlihat Pada Sejumlah Pangkalan Ojek di Tomohon
Hari Kartini Menurut Miky Wenur: Penghormatan bagi Para Wanita Pejuang
Ini Ungkapan Mokorimban di HUT Jemaat Syalom Tumatangtang.
Jemaat GMIM Syalom Tumatangtang Berusia 177 Tahun