MANADO, SULUTZONE.COM – Laga panas Derby Minahasa antara Persmin Minahasa melawan Persminsel di Stadion Klabat, Sabtu (4/4/2026), menyisakan buntut panjang.
Meski berakhir imbang 2-2, kubu Persmin Minahasa menyatakan kekecewaan mendalam terhadap kepemimpinan wasit yang dianggap tidak profesional.
Pertandingan bertensi tinggi di babak 6 besar Liga 4 Piala Gubernur Sulut ini sempat diwarnai protes keras dari para pemain dan ofisial Persmin. Puncaknya adalah kartu merah yang diberikan kepada kiper Carlos Winster, serta beberapa keputusan pengadil lapangan yang dinilai merugikan tim berjuluk Manguni Makasiouw tersebut.
Baca Juga: DRAMATIS! Persmin Main dengan 10 Pemain, Hasil Akhir Imbang 2-2 Lawan Persminsel
Kritik Pedas Manajemen Persmin
Perwakilan manajemen Persmin, Ricko, angkat bicara seusai pertandingan. Ia menyoroti komunikasi wasit utama yang dianggap mengabaikan asisten wasit (hakim garis) dan justru lebih banyak dipengaruhi oleh tekanan pemain lawan.
"Kami hari ini sangat kecewa dengan pimpinan pertandingan. Wasit tidak mau mendengar masukan dari asisten wasit (lesmen), tapi justru hanya mendengar apa pun yang dikatakan pemain (lawan) dan langsung melaksanakannya," ujar Ricko dengan nada kecewa.
Menurutnya, ketegasan dan independensi wasit sangat krusial dalam laga sebesar ini agar hasil pertandingan benar-benar murni karena kualitas permainan di lapangan, bukan karena faktor luar.
Tagih Janji Panitia Pelaksana (Panpel)
Ricko juga mengingatkan kembali kesepakatan awal antara klub dan Panitia Pelaksana terkait kualitas perangkat pertandingan. Ia berharap ada evaluasi total agar insiden serupa tidak terulang di laga-laga krusial mendatang.
"Sesuai kesepakatan kami dengan Panpel, wasit-wasit yang bermasalah tidak akan dipakai lagi. Jadi, kami berharap pertandingan selanjutnya di minggu depan melawan Persma Manado, wasit yang ditugaskan benar-benar yang terbaik," tegasnya.
Menuju Laga Kontra Persma Manado
Kekecewaan ini menjadi catatan serius bagi penyelenggara Liga 4 Sulut 2026. Persmin berharap perbaikan kualitas wasit dapat menjaga integritas kompetisi yang menjadi kebanggaan warga Bumi Nyiur Melambai.
"Kami ingin liga ini menjadi kebanggaan masyarakat Sulut. Untuk itu, pimpinan pertandingan harus profesional agar marwah sepak bola kita tetap terjaga," pungkas Ricko.
Laga berikutnya melawan Persma Manado diprediksi akan jauh lebih sengit. Persmin kini fokus memulihkan mental pemain sembari berharap adanya jaminan keadilan dari perangkat pertandingan yang akan bertugas di "Grup Neraka" tersebut.
***/Dede
Artikel Terkait
Turun Langsung ke Lapangan, Ipda Eiffel Limporo Pastikan Jumat Agung di Beo Berjalan Khidmat
Jamin Kekhusyukan Ibadah, Personel Polsek Nanusa Kawal Ketat Jumat Agung di Karatung
Progres 30%, Pembangunan Jembatan Perintis Garuda dan Jembatan Beton Dikebut Bersama Warga
Sinergi TNI Bersama Rakyat, Babinsa Koramil 1312-04/Rainis, Serma Yance Maapanawang Bantu Pemasangan KAP Rumah Warga
Babinsa Desa Kiama Barat Lakukan Komsos dengan Pemuda Pemudi, Bahas Larangan Minuman Keras di Tempat Umum
Bangun sinergitas Babinsa laksanakan koordinasi dengan Babinkantibmas
Babinsa Kakorotan Kopda Novriadi Jalin Keakraban Melalui Komsos Bersama Warga
Persma Juara Grup C, Persmin dan Persminsel Menanti di Babak 6 Besar
Update 6 Besar Liga 4 Sulut: Derby Minahasa Memanas, Persmin vs Persminsel Imbang 1-1 di Babak Pertama
DRAMATIS! Persmin Main dengan 10 Pemain, Hasil Akhir Imbang 2-2 Lawan Persminsel