MADRID – Real Madrid berhasil menjaga persaingan gelar juara tetap hidup setelah memetik kemenangan krusial atas Valencia di tengah badai cedera yang menimpa skuat asuhan Alvaro Arbeloa.
Bermain tanpa dua pilar utama, Vinícius Júnior dan Jude Bellingham, Los Blancos membuktikan kedalaman skuat mereka dalam laga yang penuh tensi.
Laga lanjutan LaLiga pekan ke-23 antara Valencia vs Real Madrid (9/2) yang berlangsung di Estadio Mestalla kandang Valencia itu berakhir dengan skor 0-2 yang di menangkan oleh REAL MADRID.
Laga yang sempat imbang di jeda turun minum babak pertama, namun di babak kedua boleh berakhir dengan kemenangan Madrid dengan skor 0-2 yang di cetak Alvaro Carreras di menit ke-65' dan ditutup dengan gol striker andalan Real Madrid di menit ke-90+1' oleh Kylian Mbappe.
Kejutan Álvaro Carreras: Sang 'Senjata Serbaguna'
Pahlawan tak terduga dalam laga ini adalah Álvaro Carreras. Pemain asal Galicia tersebut kembali ke lapangan setelah absen melawan Rayo Vallecano dan langsung memberikan dampak instan. Carreras mencetak gol pembuka yang klinis, membuktikan mengapa ia disebut sebagai pemain paling versatil di skuat saat ini.
Dalam satu pertandingan, Carreras menunjukkan fleksibilitas luar biasa dengan mengisi peran sebagai:
• Bek Sayap: Memberikan stabilitas saat bertahan.
• Bek Tengah: Menambal lubang di jantung pertahanan saat dibutuhkan.
• Penyerang: Menuntaskan peluang dengan ketenangan luar biasa.
Pekan Kelam bagi Valencia
Di sisi lain, kekalahan ini melengkapi pekan mengerikan bagi Valencia di bawah asuhan pelatih Carlos Corberán. Setelah tersingkir dari Copa del Rey, kekalahan di La Liga ini membuat posisi Los Che semakin terhimpit di zona degradasi.
Kekecewaan pendukung di Stadion Mestalla tak lagi terbendung. Di akhir laga, tribun dipenuhi dengan lambaian sapu tangan putih—sebuah protes keras tradisional Spanyol yang ditujukan kepada manajemen dan tim atas performa buruk mereka musim ini.
Mbappé Pastikan Kemenangan
Kemenangan Madrid akhirnya dikunci oleh gol Kylian Mbappé. Gol tersebut seolah menegaskan jurang perbedaan kualitas yang masif antara kedua tim; satu pihak sedang berjuang di puncak demi trofi, sementara pihak lain sedang berjuang untuk bertahan hidup di kasta tertinggi.
Hasil ini memastikan Real Madrid tetap menempel ketat Barcelona di klasemen, sekaligus mengirimkan sinyal bahwa mereka tetap berbahaya meski tanpa pemain-pemain bintangnya.
Artikel Terkait
Krisis di Liga Pro Saudi: Cristiano Ronaldo Mogok Bermain, Liga Keluarkan Peringatan Keras