SULUTZONE -- Atlet para-atletik Indonesia, Karisma Evi Tiarani, sukses mengharumkan nama bangsa dengan meraih medali perak di nomor 100 meter putri klasifikasi T42/63 pada Paralimpiade Paris 2024.
Prestasi ini semakin istimewa karena Karisma Evi berhasil memecahkan rekor dunia klasifikasi T42 dua kali dalam satu hari!
Drama menegangkan tersaji di Stade de France pada Minggu (8/9/2024) dini hari WIB.
Karisma Evi, yang merupakan pelari tercepat dunia klasifikasi T42, harus berhadapan dengan trio atlet Italia yang mendominasi klasifikasi T63.
Baca Juga: Selecao Tersandung di Curitiba! Brasil Menang Tipis Atas Ekuador di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Trio Italia, Ambra Sabatini, Monica Graziana Contrafatto, dan Martina Caironi, dikenal sebagai kekuatan yang tak tertandingi dalam kategori gabungan T42 dan T63.
Karisma Evi, yang awalnya tak diunggulkan, menunjukkan mental baja dan kerja keras yang luar biasa.
Ia berhasil menyamai kecepatan Martina Caironi, pemegang rekor dunia 100 meter T63, dan berada di posisi kedua hingga menjelang garis finis.
Baca Juga: Azzurri Menghancurkan Les Bleus di Paris! Italia Taklukkan Prancis 3-1 di Laga Pembuka UEFA Nations League
Namun, drama tak terduga terjadi saat Ambra Sabatini, yang juga berpeluang meraih medali, tiba-tiba terjatuh sebelum garis finis.
Tubuhnya kemudian mengenai Monica, yang juga terjatuh.
Kejadian ini menjadi keuntungan bagi Karisma Evi, yang akhirnya finis di urutan kedua dengan catatan waktu 14,26 detik.
Baca Juga: Jepang Melesat 7-0 atas China dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia
Catatan ini memecahkan rekor dunia baru 100 meter putri T42, setelah sebelumnya Karisma Evi juga memecahkan rekor dunia di babak kualifikasi dengan waktu 14,34 detik.
Martina Caironi, yang berhasil finis pertama dengan catatan waktu 14,16 detik, meraih medali emas.
Sementara medali perunggu menjadi milik Monica Graziana, yang dinyatakan berhak atas medali meski finis dalam kondisi terjatuh.
Baca Juga: Widi Pecahkan Rekor Pribadi, Namun Gagal Raih Medali di Paralimpiade Paris 2024
Keputusan ini diambil setelah panitia menerima protes dari kubu Italia.
Karisma Evi, yang awalnya tak menyangka bisa meraih medali, mengungkapkan kegembiraannya atas pencapaian ini.
Ia mengakui bahwa trio Italia selalu tampil hebat dan sulit untuk ditaklukkan. "Ini luar biasa. Saya tidak membayangkan hal ini akan terjadi karena mereka (trio Italia) selalu tampil hebat. Saya pikir mereka sangat cepat setelah 60 meter. Ini sungguh menakjubkan," ujar Karisma Evi.
Baca Juga: Luis Suarez Gantung Sepatu di Timnas Uruguay, Messi: Kamu Unik!
Karisma Evi menyadari bahwa pelari yang menggunakan kaki buatan memiliki kesulitan di momen start.
Oleh karena itu, ia berusaha sekuat tenaga untuk meninggalkan mereka pada 50 meter awal.
"Untuk yang memakai kaki asli memang harus maksimal di start awal. Sebisa mungkin harus meninggalkan di awal. Dengan begitu, mereka tidak bisa mengejar di akhir," jelasnya.
Baca Juga: Harimau Malaya Diperkuat Dana Segar, Siap Berjaya di Asia!
Meski berada di dekat kejadian, Karisma Evi mengaku tak mengetahui penyebab insiden Sabatini.
Ia hanya fokus untuk mengejar Martina Caironi yang berlari sangat cepat di depannya.
"Sebenarnya saya tidak tahu. Saya hanya melihatnya terjatuh sebelum garis finis dan saya hanya berkonsentrasi pada garis finis," tuturnya.
Baca Juga: Timnas Garuda Umrah Sebelum Lawan Arab Saudi di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Shin Tae-yong Mendukung
Tim pelatih para atletik Indonesia, Setiyo Budi Hartanto, mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian Karisma Evi.
Ia menyebut bahwa target awal tim hanya satu medali perunggu, namun kini mereka berhasil meraih dua medali perak.
"Ini sudah hasil yang sangat memuaskan karena kami hanya menargetkan satu medal perunggu dan ini dapat dua medali perak," ujar Setiyo Budi.
Baca Juga: Tokito Oda: Dari Mimpi di Paris hingga Menjadi Inspirasi bagi Anak-Anak
Setiyo Budi menambahkan bahwa para atlet mampu tampil maksimal di Paris karena tak terbebani dengan target.
Ia selalu menekankan pentingnya suasana hati yang positif dan keyakinan diri bagi para atlet.
"Selama ini atlet harus dibawa happy terus dan yakin bisa. Jadi, mereka bisa bermain rileks tanpa beban.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Masih Akan Bela Timnas Portugal Lebih Lama atau Pensiun ?
Ketika itu, dia (Karisma Evi) tersungkur di juara dunia, nomor empat, akhirnya balas dendamnya di sini," kata Setiyo Budi.
Prestasi Karisma Evi di Paralimpiade Paris 2024 menjadi bukti nyata semangat pantang menyerah dan kerja keras atlet Indonesia.
Ia telah menginspirasi banyak orang dengan perjuangannya dan membuktikan bahwa para atlet Indonesia mampu bersaing di level tertinggi dunia.
***
Artikel Terkait
Jordi Amat Fokus Pemulihan Cedera, Ternyata Ngebet Banget Comeback demi Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Cristiano Ronaldo Masih Akan Bela Timnas Portugal Lebih Lama atau Pensiun ?
Tokito Oda: Dari Mimpi di Paris hingga Menjadi Inspirasi bagi Anak-Anak
Timnas Garuda Umrah Sebelum Lawan Arab Saudi di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Shin Tae-yong Mendukung
Harimau Malaya Diperkuat Dana Segar, Siap Berjaya di Asia!
Luis Suarez Gantung Sepatu di Timnas Uruguay, Messi: "Kamu Unik!"
Widi Pecahkan Rekor Pribadi, Namun Gagal Raih Medali di Paralimpiade Paris 2024
Jepang Melesat 7-0 atas China dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia
Azzurri Menghancurkan Les Bleus di Paris! Italia Taklukkan Prancis 3-1 di Laga Pembuka UEFA Nations League
Selecao Tersandung di Curitiba! Brasil Menang Tipis Atas Ekuador di Kualifikasi Piala Dunia 2026