SulutZone.com - Inter Milan merayakan kemenangan Scudetto mereka di markas AC Milan, sebuah pesta yang memicu upaya keras dari Rossoneri untuk meredam suara-suara riuh dari para pendukung Nerazzurri.
Inter memastikan gelar juara Liga Italia ke-20 mereka setelah mengalahkan Milan dengan skor 2-1 pada Selasa (23/4/2024) dini hari WIB.
Dua gol Inter dicetak oleh Francesco Acerbi dan Marcus Thuram, sebelum Fikayo Tomori membalas satu gol bagi Milan.
Baca Juga: Jadwal Pekan Ke-33 Liga 1 2023/2024: Persaingan Sengit Menuju Akhir Musim
Dengan selisih 17 poin dan hanya lima pertandingan tersisa, Inter takkan bisa dikejar lagi oleh Milan, merayakan Scudetto kedua mereka dalam empat tahun terakhir.
Pesta ini terasa semakin manis bagi Inter karena mereka merayakannya di depan rival sekota mereka, Milan, yang menjadi tuan rumah pada pekan ini.
Hanya ada 7.500 fans Inter yang memadati Curva Nord, namun suara mereka cukup untuk mengisi stadion dengan sorakan meriah.
Para pendukung Inter berteriak lantang merayakan Scudetto bersama para pemain usai pertandingan.
Sementara itu, Milan sebagai tuan rumah merasa risih dan mencoba melakukan segala cara untuk meredam suara riuh dari para pendukung Inter.
Baca Juga: Pj. Gubernur Jateng Apresiasi Mentan Amran
Dikutip dari Football-Italia, Milan memainkan musik disko dan tekno dengan volume setinggi-tingginya di stadion.
Musik tersebut dimainkan lebih kencang untuk menyaingi suara riuh dari para pendukung Inter.
Sebelum peluit panjang berbunyi, fans Milan juga melakukan provokasi dengan membentangkan spanduk Juventus dengan warna biru-hitam, warna kebesaran Inter.
Spanduk tersebut merupakan sindiran terhadap Inter yang dianggap mengikuti jejak Juventus yang pernah terlibat dalam kasus Calciopoli.
Spanduk tersebut bertuliskan, "Anda kalah di final, mencuri gelar liga. Anda menjadi apa yang selama ini kalian benci." Ini adalah sindiran tajam yang ditujukan kepada Inter yang telah merayakan gelar Scudetto mereka.
Baca Juga: Persebaya Surabaya Bertahan di Liga 1 2023/2024 Meski Tren Negatif
Namun, meski ada provokasi dan upaya meredam suara dari Milan, Inter tetap merayakan kemenangan mereka dengan semangat.
Mereka merayakan Scudetto ke-20 mereka dengan bangga, sebuah prestasi yang berarti mereka berhak memakai dua bintang di atas logo klub mulai musim depan.
Pesta Scudetto Inter di markas Milan ini menunjukkan betapa intensnya rivalitas antara kedua tim.
Meski ada upaya untuk meredam suara dan provokasi, Inter tetap merayakan kemenangan mereka dengan semangat dan kebanggaan.
Baca Juga: Dua Tuna Wicara Berikan Arahan dan Motivasi Kepada Personel Polresta Jayapura Kota
Ini adalah momen yang akan dikenang oleh para pendukung dan pemain Inter, sebuah pesta Scudetto di markas rival sekota mereka.
Sebuah pesta yang menunjukkan kekuatan dan semangat mereka, dan sebuah pesta yang menunjukkan betapa mereka telah menjadi tim yang dominan di Liga Italia.
Namun, untuk Milan, ini adalah pengingat bahwa mereka harus bekerja lebih keras lagi. Mereka harus meredam suara bising ini dengan cara mereka sendiri, yaitu dengan kembali ke puncak dan memenangkan gelar mereka sendiri.
Inter Milan telah merayakan, tetapi pertarungan ini belum selesai. Kedua tim akan terus bersaing, dan kita semua akan menantikan pertarungan berikutnya di antara mereka.
Ini adalah Liga Italia, dan rivalitas ini adalah bagian dari apa yang membuatnya begitu menarik.
Artikel Terkait
Ini 'Senjata Rahasia' Pratama Arhan, Timnas Indonesia
Asnawi Mangkualam: Kapten Tim Nasional Indonesia yang Berjaya di Thai League 1
Persib Bandung: Sejarah, Prestasi, dan Kejayaan Klub Liga 1 yang Menggetarkan
Garuda Muda Menggenggam Harapan: Pertandingan Penentu Timnas Indonesia U-23 vs Yordania di Piala Asia U-23 2024
Pelatih Yordania Berharap Keberuntungan Berpihak, Target Lolos ke Perempatfinal Piala Asia U-23
Persebaya Surabaya Bertahan di Liga 1 2023/2024 Meski Tren Negatif
Menparekraf: Ini Lari Marathon Perempuan Pertama di Indonesia.
Pertemuan Antara Dua Sahabat di Perempatfinal Piala Asia U-23 2024: Timnas Indonesia U-23 vs. Timnas Korea Selatan U-23
Thomas Tuchel: Perjalanan dari Bayern Munich ke Premier League
Jadwal Pekan Ke-33 Liga 1 2023/2024: Persaingan Sengit Menuju Akhir Musim