SULUTZONE.COM – Aksi suporter Jepang kembali mencuri perhatian dunia usai Tim Samurai Biru menahan imbang Belanda dengan skor 2-2 pada laga perdana Grup F Piala Dunia 2026.
Ribuan pendukung Jepang memadati kawasan ikonik Shibuya Crossing di Tokyo untuk merayakan hasil positif tersebut. Namun yang membuat banyak orang kagum bukan hanya antusiasme mereka, melainkan kedisiplinan yang tetap dijaga selama perayaan berlangsung.
Dalam sejumlah video yang viral di media sosial, para suporter terlihat berlari menuju tengah persimpangan Shibuya Crossing saat lampu penyeberangan pejalan kaki menyala hijau. Mereka bernyanyi, melompat, dan merayakan hasil pertandingan bersama-sama.
Menariknya, perayaan itu hanya berlangsung sekitar 40 detik, sesuai durasi lampu hijau bagi pejalan kaki. Begitu lampu berubah merah dan kendaraan kembali mendapat giliran melintas, seluruh suporter langsung menepi dan kembali ke trotoar tanpa mengganggu arus lalu lintas.
Aksi tertib tersebut mendapat banyak pujian dari warganet internasional. Banyak yang menilai budaya disiplin masyarakat Jepang tetap terlihat bahkan saat mereka sedang larut dalam euforia sepak bola.
Perayaan tersebut terjadi setelah Jepang berhasil mencuri satu poin dari Belanda dalam pertandingan yang berlangsung sengit. Jepang dua kali tertinggal sebelum akhirnya menyamakan kedudukan menjadi 2-2 pada menit-menit akhir pertandingan.
Hasil imbang tersebut membuat persaingan di Grup F Piala Dunia 2026 semakin terbuka. Jepang dan Belanda sama-sama mengoleksi satu poin dari laga pertama mereka.
Bagi publik Jepang, satu poin melawan salah satu tim kuat Eropa dianggap sebagai hasil berharga. Tak heran jika suasana perayaan spontan pun muncul di berbagai lokasi, termasuk di Shibuya Crossing yang selama ini dikenal sebagai salah satu titik berkumpul suporter sepak bola terbesar di Jepang.
Meski berlangsung meriah, para pendukung Samurai Biru kembali menunjukkan citra positif yang selama ini melekat pada mereka: antusias dalam mendukung tim nasional, namun tetap menghormati aturan dan ketertiban umum.