Tepat pada awal abad ke-19, pusat pemerintahan berpindah ke bangunan baru bernama Puri Agung Negeri, yang kini dikenal sebagai Puri Agung Negara.
Sejak saat itu, tempat ini menjadi pusat birokrasi dan pemerintahan raja-raja Jembrana dalam dua periode yang berbeda.***