Sulutzone - Menurut Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso, Polri, di bawah kepemimpinan Jenderal Pol.Listyo Sigit Prabowo, saat ini tidak antikritik.
Pun pada tahun 2021, ada yang ditangkap pengkritik, kemudian diperintahkan untuk dilepas, Itu biasanya oleh kepolisian di wilayah.
Hal itu berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh IPW sejak 2021.
Baca Juga: Kritikan Bos MNC Dinilai 'Arogan' Tifatul: Frekuensi Milik Publik Dipakai Seenaknya
"Kami meneliti selama Pak Listyo menjadi Kapolri, memang ada yang tahun 2021 itu ada yang ditangkap pengkritik, kemudian diperintahkan untuk lepas. Itu biasanya oleh kepolisian-kepolisian di wilayah. Kritik sekeras apa pun sekarang didengar dan diterima tanpa serangan balik," kata Sugeng, dalam diskusi peran publik dalam meningkatkan kinerja Polri di Surakarta, Jawa Tengah, Jumat 4 September 2022, dilansir dari Antara News.
Sugeng juga meminta masyarakat tidak takut untuk mengkritik Polri.
Hal ini guna mengimplementasikan peran publik dalam meningkatkan kinerja kepolisian.
Baca Juga: Warga NTB Bisa Saksikan Gerhana Bulan Total, Ini Penjelasannya
"Soal pengawasan oleh masyarakat jangan takut (mengkritik Polri)," kata Sugeng dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta.
Sementara itu kata Sugeng, di tahun 2022, terdapat kasus penegakan hukum terhadap seorang pengacara yang dikenal menjadi pengkritik Polri, yakni Alvin Lim.
Namun katanya Penangkapan terhadap Alvin Lim pada Oktober lalu di Bareskrim Polri bukan oleh polisi, melainkan oleh jaksa terkait kasus lain.
Baca Juga: Ini Loh Spek Samsung A03 dan Harganya, Buruan Cek!
Alvin Lim melontarkan kritik yang dapat dijadikan bahan untuk melakukan serangan balik bagi Polisi.
"Justru ada satu orang ya, Alvin Lim ditangkap tapi bukan oleh polisi, tapi oleh kasus lain, bahkan dia menyerang polisi habis-habisan. Pak Sisno Adiwinoto, Ketua Purnawirawan Polri, mengusulkan supaya dilakukan tindakan pelaporan oleh polisi, tapi tidak dilakukan sampai sekarang. Jadi, artinya memang Pak Kapolri program mendengar masyarakat itu, tidak antikritik, memang dijalankan," jelasnya.