hukrim

Satu Hati, Satu Suara, Stop Kekerasan: Pemkab Talaud Dukung Penuh Rapat Pleno VI WKRI Sulut di Wilayah Perbatasan

Minggu, 4 Oktober 2026 | 20:50 WIB
Istimewa (Pemda Talaud)

Melonguane, Sulutzone.com – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Rapat Pleno ke-VI Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Sulawesi Utara se-Keuskupan Manado. Kegiatan strategis yang mengusung tema “Satu Hati, Satu Suara, Stop Kekerasan” ini digelar di Ruang Rapat DPRD Kabupaten Kepulauan Talaud, pada Sabtu (3/10/2026). Kehadiran forum tingkat provinsi di wilayah perbatasan utara Indonesia ini dimaknai sebagai simbol perhatian dan inklusivitas organisasi terhadap seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang berada di daerah kepulauan terluar. Bupati Kepulauan Talaud, yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Dr. Yohanis B.K Kamagi, AP., M.Si., menyampaikan apresiasi tinggi atas dipilihnya Melonguane sebagai tuan rumah acara akbar tersebut. Dalam sambutan tertulis Bupati yang dibacakan oleh Sekda, Pemerintah Daerah menegaskan relevansi tema rapat pleno dengan kondisi sosial saat ini.

"Tema 'Satu Hati, Satu Suara, Stop Kekerasan' sangat relevan saat ini. Membangun keluarga dan masyarakat yang aman dan damai membutuhkan kepedulian kita bersama. Tidak ada tempat bagi kekerasan dalam rumah tangga maupun kekerasan berbasis gender di Kabupaten Kepulauan Talaud," ujar Sekda Yohanis Kamagi.

Pemkab Talaud juga mengajak WKRI untuk terus bergandengan tangan dengan pemerintah daerah dalam menjawab berbagai kebutuhan masyarakat, khususnya dalam hal perlindungan perempuan dan anak, serta penguatan ketahanan keluarga.

Istimewa (Pemda Talaud)
Rapat Pleno VI ini dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi pratama Pemkab Talaud, Ketua DPRD Talaud, perwakilan Forkopimda (Jalasenastri dan Bhayangkari), pimpinan DPD WKRI Sulut, serta pengurus dan anggota WKRI dari seluruh cabang se-Keuskupan Manado. Kehadiran tokoh agama dan masyarakat turut memperkuat suasana kebersamaan dalam forum ini.

Agenda utama kegiatan meliputi evaluasi kinerja organisasi, konsolidasi internal, serta perumusan strategi penguatan peran perempuan Katolik dalam tiga pilar utama: keluarga, Gereja, dan masyarakat. Fokus khusus diberikan pada upaya pencegahan kekerasan domestik dan peningkatan kapasitas perempuan sebagai agen perubahan sosial.

Dengan diselenggarakannya kegiatan berskala provinsi di Melonguane, WKRI menunjukkan komitmennya untuk tidak meninggalkan wilayah perbatasan. Hal ini sejalan dengan visi Pemkab Talaud untuk menjadikan daerah ini sebagai pusat pertumbuhan yang inklusif dan berkeadilan.

Istimewa (Pemda Talaud)
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan seperti WKRI, diharapkan dapat tercipta ekosistem sosial yang lebih sehat, di mana perempuan memiliki ruang aman untuk berkembang dan berkontribusi bagi kemajuan Kabupaten Kepulauan Talaud.

Tentang WKRI Sulawesi Utara
Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) adalah organisasi otonom Gereja Katolik yang bergerak di bidang sosial, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan perempuan. DPD WKRI Sulut se-Keuskupan Manado mencakup berbagai cabang di wilayah Sulawesi Utara, dengan fokus pada pengabdian kepada Gereja dan Negara.

Tags

Terkini