Dituduh Terlibat Aktivitas PETI di Bolmong, Recky Kaligis: Itu Fitnah

photo author
Dewan Redaksi, Sulut Zone
- Kamis, 2 Juli 2026 | 12:53 WIB
Recky Kaligis, menolak keras tudingan keterlibatannya dalam aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI). (Dok. istimewa)
Recky Kaligis, menolak keras tudingan keterlibatannya dalam aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI). (Dok. istimewa)

BOLMONG – Anggota DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) dari Fraksi PDIP, Recky Kaligis, membantah keras tudingan yang mengaitkan dirinya dengan aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Pusian, kawasan perkebunan Oboy. Ia menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak memiliki dasar fakta maupun hukum.

Isu keterlibatan Recky muncul setelah namanya disebut-sebut memiliki kaitan dengan operasi tambang emas ilegal di lokasi tersebut. Menanggapi hal itu, Recky menyatakan bahwa dirinya tidak memiliki keterlibatan apa pun dengan kegiatan ilegal di wilayah yang dimaksud.

“Tuduhan itu adalah fitnah dan tidak berdasar. Saya sama sekali tidak melakukan aktivitas tambang emas ilegal,” tegas Recky dalam pernyataannya, Kamis (2/7/2026).

Recky menjelaskan bahwa lahan yang menjadi objek perbincangan tersebut sudah bukan miliknya lagi. Menurutnya, status kepemilikan lahan telah berpindah tangan sejak beberapa tahun lalu, sehingga ia tidak lagi memiliki tanggung jawab atas aktivitas apa pun yang terjadi di lokasi tersebut.

“Lahan itu sudah lama saya jual kepada warga Kotamobagu bernama Stenly Sangkup. Jadi, saya sudah tidak tahu-menahu mengenai aktivitas apa pun di lahan itu,” imbuhnya.

Dikonfirmasi terpisah, pihak pembeli lahan, Stenly Sangkop, membenarkan pernyataan Recky. Ia menyatakan telah membeli lahan perkebunan tersebut dari Recky Kaligis dan memiliki bukti transaksi jual beli yang sah.

“Benar, lahan perkebunan itu sudah saya beli dari Pak Recky Kaligis dan ada bukti kwitansi jual-belinya,” ujar Stenly.

Stenly menambahkan, meski dirinya sempat mencoba melakukan pengelolaan tambang di lahan tersebut setelah pembelian, aktivitas itu kini telah dihentikan secara permanen.

“Setelah dibeli, saya memang pernah mencoba mengolah tambang di situ. Namun, sudah berhenti karena tidak ditemukan material emas,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, Recky Kaligis menyatakan kesiapannya untuk bersikap kooperatif jika pihak aparat penegak hukum memerlukan klarifikasi lebih lanjut terkait masalah ini.

Salma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dedy Dagomes Manlesu

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X