Mulai dari layanan massage ibu menyusui atau memperlancar ASI, totok wajah, membuatkan jamu pasca lahiran, dan lain-lain.
Kemudian, bayarlah ART untuk membantu istri dalam pekerjaan rumah tangga yang belum bisa dikerjakannya pasca melahirkan.
Ketika istri punya waktu untuk dirinya sendiri, ia akan tetap terlihat cantik dan tidak letih melayani kebutuhan Anda.
Jika Anda tidak bisa memenuhi kebutuhan tersebut, maka malulah untuk menuntut banyak dari istri sementara Anda sendiri tidak mampu memenuhi kebutuhannya.
Baca Juga: Diungkap Polda Jatim, Ini Status Hubungan AH dan ACS Dalam Video Syur Kebaya Merah
2. Sikap Sabar Istri.
Jarang istri yang tetap sesabar dulu. Ini karena terkait dengan hormonal dan tuntutan peran hidupnya.
Selain karena hormon yang tidak stabil, juga karena banyaknya yang harus ia kerjakan yaitu proses mengurus anak adalah sesuatu yang tidak mudah.
Dalam kondisi ini, suami merasa istri tidak bisa diajak ngobrol yang asyik. Yah gimana istri mau ngobrol asyik, jika suami tidak peka dengan kondisi yang ada di dalam rumah. Tidak peka dengan kondisi psikis dan kebutuhan istri.
Sebenarnya sebelum suami menuntut istri, lihatlah kewajibannya apakah sudah dilakukan atau belum?
Kembali ke poin nomor 1 bahwa ketika ingin istri bisa sabar, maka pahami kondisinya dan penuhi kebutuhannya.
Banyak suami tidak paham dengan hormonal seorang istri, karena itu belajar tentang kondisi hormonal dan perilaku istri sangat penting untuk suami kuasai.
Baca Juga: WOOW! Dengan 'Posisi Teratai' saat Hubungan Intim, Sensasi Paling Hebat Menyerang Anda
Jika semua belum bisa dipenuhi, maka Anda sebagai kepala keluarga berperilakulah selayaknya pemimpin yang amanah dan konsisten.
Demikian 2 hal yang kebanyakan tidak dipahami suami, yang bisa sebabkan perceraian. Semoga bermanfaat dan kehidupan rumah tangga kita semua bahagia, berkah, langgeng dunia dan akhirat, aamiin. (***)