SulutZone.com, Sulawesi Utara - Pada triwulan IV 2023, Sulawesi Utara mencatat adanya net outflow uang kartal sebesar Rp1,4 triliun.
Berdasarkan rilis Bank Indonesia pada 1 Maret 2024, fenomena ini terjadi akibat aliran outflow yang tinggi pada Desember 2023, dipicu oleh meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Perayaan Natal dan persiapan Tahun Baru 2024.
Bank Indonesia, sebagai lembaga yang bertanggung jawab atas kelancaran sistem pembayaran tunai, terus berupaya melakukan sosialisasi dan edukasi terkait pengelolaan uang rupiah.
Baca Juga: Pendiri Mustika Ratu Perusahaan Kecantikan Asli Indonesia Berpulang.
Melalui program Cinta, Bangga, Paham Rupiah (CBP Rupiah), masyarakat diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik dan meningkatkan rasa cinta dan bangga terhadap mata uang rupiah sebagai simbol kedaulatan negara.
Dalam rangka menjaga kualitas uang kartal yang beredar, Bank Indonesia juga telah memusnahkan Uang Tidak Layak Edar (UTLE) sebesar Rp396,79 miliar pada triwulan tersebut.
Selain itu, sebanyak 48 lembar uang palsu yang ditemukan di Sulawesi Utara dilaporkan ke Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara (KPwBI Sulawesi Utara).
Melalui layanan pelaporan ini, Bank Indonesia berperan aktif dalam upaya pemberantasan rupiah palsu.
Transisi menuju sistem pembayaran non-tunai juga terus dijalankan. Meski nilai dan jumlah transaksi Real Time Gross Settlement (BI-RTGS) dan transaksi SKNBI mengalami perlambatan dan penurunan dibandingkan triwulan sebelumnya.
Baca Juga: Pemain Baru Timnas Indonesia: Ole Romeny, Calvin Verdonk, dan Jens Raven Siap Bergabung
Transaksi melalui Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK), kartu kredit, dan Uang Elektronik (UE) justru menunjukkan peningkatan.
Salah satu instrumen pembayaran non-tunai yang menunjukkan tren positif adalah Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
Nilai, volume transaksi, jumlah merchant, dan pengguna baru QRIS mengalami peningkatan dibandingkan triwulan sebelumnya.
Peningkatan ini didukung oleh Program Sosialisasi, User Experience QRIS, dan Program Pasar Digital yang diselenggarakan oleh KPwBI Sulawesi Utara, serta dukungan dari Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) bank dan non-bank.
Artikel Terkait
GM PLN Suluttenggo Inspeksi Kesiapan SPKLU Untuk Mudik di Jalur Trans Sulawesi
Siap Kembangkan Wisata Tekaan Telu, PLN Suluttenggo Kucurkan Rp395 Juta
Siaran Pers: PGE Lahendong Menegaskan Komitmen pada Tanggung Jawab Sosial Perusahaan melalui Inisiatif Berkelanjutan
Simak Program The Power Of Emak-emak Kemenparekraf
PLN Berikan Bantuan Untuk Peningkatan Pariwisata di Tekaan Telu
PLN Dukung Produktivitas Nelayan di Sidoarjo, Tolitoli
Triwulan I 2024, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Positif
Industri Pengolahan Pada Peningkatan Triwulan I
Surplus Neraca Perdagangan Indonesia Maret
Pendapatan dan Belanja Sulut Alami Penurunan.