Surplus Neraca Perdagangan Indonesia Maret

photo author
Stefanus Goni, Sulut Zone
- Rabu, 24 April 2024 | 23:09 WIB
Ilustrasi. (Istimewa)
Ilustrasi. (Istimewa)

SulutZone.com - Hai, para pembaca yang budiman! Apakah kalian telah mengetahui berita ekonomi terbaru dari Indonesia? Jika belum, izinkan saya untuk membagikan berita baik ini kepada kalian.

Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS), surplus neraca perdagangan Indonesia pada Maret 2024 mengalami peningkatan signifikan menjadi 4,47 miliar dolar AS. Senin (22/04/2024).

Angka ini menunjukkan peningkatan yang cukup besar jika dibandingkan dengan surplus pada Februari 2024 yang hanya sebesar 0,83 miliar dolar AS.

Baca Juga: Pendiri Mustika Ratu Perusahaan Kecantikan Asli Indonesia Berpulang.

Wow, bukan? Bank Indonesia, sebagai otoritas moneter di negeri kita, memandang perkembangan ini sebagai kabar baik yang akan menopang ketahanan eksternal perekonomian Indonesia.

Ke depannya, Bank Indonesia berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi kebijakan dengan Pemerintah dan otoritas lain guna meningkatkan ketahanan eksternal dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

Tentunya, ini menjadi kabar baik bagi kita semua, bukan? Lantas, apa sih yang menjadi penyebab dari peningkatan surplus neraca perdagangan pada Maret 2024 ini?

Jawabannya ada pada surplus neraca perdagangan nonmigas yang meningkat signifikan. Pada Maret 2024, neraca perdagangan nonmigas mencatat surplus sebesar 6,51 miliar dolar AS, lebih tinggi dibandingkan dengan surplus pada bulan sebelumnya yang hanya sebesar 2,60 miliar dolar AS.

Peningkatan surplus neraca perdagangan nonmigas ini sejalan dengan peningkatan ekspor nonmigas yang mencapai 21,15 miliar dolar AS.

Baca Juga: Pemain Baru Timnas Indonesia: Ole Romeny, Calvin Verdonk, dan Jens Raven Siap Bergabung

Kinerja positif ini didukung oleh peningkatan ekspor komoditas berbasis sumber daya alam, seperti logam mulia dan perhiasan/permata, besi dan baja, serta lemak dan minyak hewani/nabati.

Selain itu, peningkatan ekspor juga didorong oleh produk manufaktur seperti mesin dan perlengkapan elektrik serta berbagai produk kimia.

Tidak ketinggalan, ekspor nonmigas ke Tiongkok, Amerika Serikat, dan India tetap menjadi kontributor utama ekspor Indonesia.

Ini menunjukkan bahwa pasar ekspor kita masih tetap kuat dan berpotensi untuk terus tumbuh. Namun, perlu kita catat juga bahwa defisit neraca perdagangan migas tercatat meningkat menjadi 2,04 miliar dolar AS pada Maret 2024.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Stefanus Goni

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X